Warga Keluhkan Lubang Jalan di Rel KA Waru Lor, Bupati Segera Komunikasikan dengan Pusat

Keterangan Gambar : Bupati dalam sesi dialog interaktif


Warga Keluhkan Lubang Jalan di Rel KA Waru Lor, Bupati Segera Komunikasikan dengan Pusat

KAJEN – Warga Desa Waru Lor, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan mengeluhkan lubang jalan di ruas sebidang rel kereta api (KA) di wilayah Desa Waru Lor Lubang jalan sering mengakibatkan banyaknya pengendara sepeda motor terpeleset, apalagi pada musim hujan seperti saat ini.

Keluhan tersebut mengemuka dalam dialog antara warga dengan Bupati Pekalongan dalam kegiatan Safari Tarawih Keliling Ramadhan 1443 Hijriyah di Masjid Nur Rohman, Desa Waru Lor, Jum’at (22/4) malam.

“Di Desa Waru Lor ini kalau lagi musim hujan ini pasti ada lubang. Lubangnya, lubang parah di rel kereta. Di rel kereta itu pasti musim hujan banyak orang yang terpeleset, jatuh atau tergelincir dan itu seringnya bukan orang Waru Lor, karena orang Waru Lor sudah hafal. Jadi mohon sekiranya dapat menjadi perhatian,” ungkap salah seorang jamaah masjid dalam dialog malam itu.

Menanggapi keluhan warga, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM menyatakan akan komunikasikan dengan Pemerintah Pusat, terkait rencana pembangunan rel KA di Waru Lor agar tidak sebidang dengan jalan. Harapannya, setelah pembangunan nanti, tidak banyak pengendara motor dan kendaraan lainnya yang terpeleset akibat ruas jalan yang sebidang dengan rel KA.

Dalam dialog, warga juga mengharapkan perhatian pemkab terkait jalan Poros Desa yang menghubungkan Desa Waru lor dengan Desa Bondansari yang kondisinya rusak parah.

Sekda Yulian Akbar, S.Sos, M.Si menyatakan, pihaknya akan segera mengecek. “Insya allah minggu depan kita akan cek. Kita Jika memungkinkan dan atas ijin dari ibu bupati kita alokasikan di perubahan anggaran paling cepet. Syukur-syukur bisa di perubahan anggaran berarti Bulan September-Oktober,” ujar Sekda. 

Usulan lainnya yang muncul dalam dialog yaitu agar pemkab memberikan insentif kepada para Ketua RT agar dapat menjadi motivasi bagi para Ketua RT karena tugasnya yang cukup banyak dan strategis.

Terkait hal tersebut, bupati akan mempertimbangkannya jika keuangan Pemkab Pekalongan sudah cukup kuat untuk memberikan tunjangan atau insentif kepada para Ketua RT.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab menyalurkan hibah sebesar Rp. 50 juta untuk pembangunan Masjid Nur Rohman. *) Tim Prokompim Setda Kab. Pekalongan