Bupati Fadia Dialog dengan Korban Banjir Tratebang, Warga Usulkan Pembangunan Rumah Pompa

Keterangan Gambar : Bupati Fadia Berdialog dengan Masyarakat Terdampak Banjir


Bupati Fadia Dialog dengan Korban Banjir Tratebang, Warga Usulkan Pembangunan Rumah Pompa

KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, berdialog langsung dengan warga terdampak banjir di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Rabu (18/02/2026) siang. Dalam kunjungan tersebut, Bupati mendengarkan berbagai keluhan dan usulan masyarakat terkait penanganan banjir yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir di Desa tersebut.

Baca Juga : Wabup Sukirman Hadiri Maulid Nabi di PP Nahjul Hidayah, Sampaikan Apresiasi Peran Pesantren dan Doa

Dalam dialog itu, warga menyampaikan bahwa genangan air di sejumlah titik desa mencapai 50 hingga 80 sentimeter, bahkan rata-rata di atas setengah meter. Mereka mempertanyakan berapa lama air akan surut dalam kondisi tidak hujan, terlebih jika hujan kembali turun. “Sekarang di desa sudah tergenang antara 50 sampai 80 sentimeter. Kami sudah mengalami banjir hampir satu bulan. Kalau tidak hujan saja, surutnya hingga beberapa hari, apalagi kalau musim hujan seperti sekarang ini, surutnya bisa lebih lama lagi” ungkap salah satu warga.

Warga mengakui banjir dipicu curah hujan tinggi, namun mereka berharap adanya intervensi konkret dari pemerintah, khususnya penambahan rumah pompa dan mesin pompa air. Dalam diskusi di tingkat desa, warga juga menilai kurangnya rumah pompa dan pintu air menjadi salah satu penyebab lambat surutnya air.

Selain itu, warga juga menyampaikan keluhan terkait kondisi enceng gondok yang memenuhi aliran sungai. Meski telah dilakukan kerja bakti melibatkan banyak orang, hasilnya dinilai belum signifikan karena penanganan manual tidak mampu mengatasi tumpukan enceng gondok yang sudah terlalu padat.

Permasalahan lain yang disampaikan warga adalah sedimentasi yang menumpuk sehingga mengurangi kapasitas tampung air hujan. Akibatnya, air mudah meluap ke permukiman. Beberapa tanggul juga dilaporkan mengalami penurunan dan rawan jebol di sejumlah titik. Tanggul yang ada disebut sudah tenggelam sehingga memperparah kondisi saat debit air meningkat.

Menanggapi banyaknya keluhan warga tersebut, Bupati Fadia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk terus membantu Masyarakat. “Kami, Pemerintah Kabupaten Pekalongan, insya Allah konsisten untuk membantu. Hari ini rumah pompa portable kita datangkan lagi. Namun karena penanganannya serentak di beberapa titik, sementara jumlahnya memang terbatas sehingga harus bergantian. Insya Allah malam ini satu unit langsung datang untuk Wonokerto,” ujar Fadia.

Bupati Fadia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera mereda. Selain itu, pihaknya akan berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait kebutuhan pembangunan rumah pompa permanen. 

“Kami akan komunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait rumah pompa. Nilai satu rumah pompa kurang lebih mencapai Rp. 50 miliar, sehingga dalam kondisi keuangan daerah seperti ini masih belum sanggup jika harus ditangani sendiri,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, berupa sembako, telur, makanan instan, susu, biskuit, dan kebutuhan lainnya.

Turut mendampingi dalam kunjungan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan

Baca Juga : Pemkab Pekalongan Gelar Gerakan ASRI di Pasar Kajen, Dorong Lingkungan Bersih dan Ekonomi Tumbuh