
Plt. Bupati Pekalongan Dukung Rintisan Pondok Pesantren Terpadu Asy-Sya’roni
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Majelis Ta’lim dan Dzikir Asy-Sya’roni, Yayasan Buya Sam’ani Sya’roni, di Pendopo Asy-Sya’roni, Desa Limbangan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jumat (04/09/2026).
Baca Juga : Plt. Bupati Sukirman Pastikan Hak Bansos Lansia Korban Penyalahgunaan KTP Dipulihkan
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan serta memohon dukungan terhadap rintisan Pondok Pesantren Terpadu Asy-Sya’roni yang diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pendidikan keagamaan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Majelis Ta’lim dan Zikir As-Sya’roni dalam merintis lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Desa Limbangan.
“Hari ini dalam rangka Maulid Nabi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam hal ini bersyukur karena satu lagi Majelis Ta’lim dan Zikir As-Sya’roni mencoba untuk memulai langkah baru dalam memberikan pelayanan pendidikan keagamaan, khususnya untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan keagamaan seperti Pondok Pesantren Terpadu Asy-Sya’roni perlu mendapatkan dukungan bersama. Tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga dari pemerintah daerah.
“Beliau, Pak Kiai Sam’ani, mencoba merintis lembaga pendidikan keagamaan yang memang harus kita support semuanya, baik dukungan dari masyarakat maupun dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Sukirman menegaskan, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pengetahuan akademik. Pendidikan akhlak, moral, dan keagamaan juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman.
“Targetnya adalah untuk terus memberikan keseimbangan pendidikan akhlak, moral, keagamaan di tengah tantangan zaman yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memiliki kewajiban untuk ikut mendukung pengembangan pendidikan keagamaan melalui sinergi dengan berbagai pihak.
“Tentu ini menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk kemudian men-support bersama-sama, bersinergi bersama-sama melalui aturan-aturan main dan juga melalui fasilitasi anggaran yang memang harus kita bukakan akses untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada Kabupaten Pekalongan,” jelas Sukirman.
Sementara itu, Kepala Desa Limbangan Rendy Subianto, menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan, khususnya sarana pendidikan di wilayah Desa Limbangan.
“Tidak banyak yang saya ucapkan. Yang penting untuk kegiatan-kegiatan yang ada di Desa Limbangan, tadi Pak Profesor sedikit menyampaikan terkait Limbangan ini ada banyak pendidikan yang masih kurang, yaitu gedung-gedung yang membutuhkan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.
Rendy berharap kehadiran pemerintah daerah dapat memberikan dorongan bagi kemajuan Desa Limbangan.
“Semoga Bapak Plt. Bupati kita bisa memberikan sambutan dan juga memberikan arahan untuk kita semua, khususnya warga Desa Limbangan. Dengan adanya kegiatan ini, semoga ke depan Limbangan lebih maju dan damai, rukun, sejahtera,” katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Asy-Sya’roni, Prof. Dr. K.H. Sam’ani Sya’roni, M.Ag. menjelaskan bahwa pendirian Majelis As-Sya’roni berangkat dari keinginan untuk memperkuat pendidikan keagamaan masyarakat di wilayah tersebut.
Menurutnya, wilayah Pekalongan bagian selatan masih membutuhkan penguatan kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam.
“Di desa ini boleh dikatakan masih tertinggal dari sisi keagamaan. Karena ini Pekalongan yang selatan, kegiatan keagamaan itu kebanyakan tokoh-tokohnya, kiai-kiainya juga di utara,” tutur Sam’ani.
Melihat kondisi tersebut, ia kemudian mencoba merintis kegiatan keagamaan di Limbangan secara bertahap.
“Nah, sini masih langka, maka saya coba untuk memulai seadanya di kampung ini. Kita baru merintis Majelis As-Sya’roni ini,” katanya.
Kyai Sam’ani mengatakan, konsep pendidikan yang dikembangkan menyasar berbagai kelompok usia. Dari anak-anak hingga masyarakat lanjut usia.
“Kita mulai dari atas dan bawah. Dari bawah kita mulai dari TK, dari anak-anak kecilnya untuk generasi penerusnya. Dan yang sepuh-sepuh juga kita mulai dengan majelis zikirnya ini. Nanti dari atas dan dari bawah ini ketemu kepada yang muda-muda,” jelasnya. *Tim Prokomlim Setda Kab Pekalongan.
Baca Juga : Plt. Bupati Sukirman Dorong Kopi Talun Tembus Pasar Lebih Luas
