Bupati Fadia Teken Komitmen Bersama Ketahanan Pangan Jateng 2026

Keterangan Gambar : Bupati Fadia Melakukan Penandatanganan MoU


Bupati Fadia Teken Komitmen Bersama Ketahanan Pangan Jateng 2026

KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 bersama Gubernur Jawa Tengah dan para Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah bertempat di The Sunan Hotel Solo, Kota Surakarta, Rabu (14/01/2026).

Baca Juga : Pemkab Pekalongan Ikuti Presentasi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Provinsi Jawa Tengah

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tema pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, yakni “Meneguhkan Posisi Jawa Tengah sebagai Lumbung Pangan Nasional”, yang menegaskan komitmen seluruh kepala daerah dalam memperkuat ketahanan pangan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Acara diawali dengan laporan penyelenggaraan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno. Dalam laporannya, Sumarno menjelaskan bahwa kegiatan penandatanganan komitmen bersama ini dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kodam IV/Diponegoro, Polda Jawa Tengah, Badan Pusat Statistik (BPS), serta para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

“Penandatanganan komitmen bersama ini dilatarbelakangi oleh tema pembangunan Jawa Tengah tahun 2026, yakni mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Komitmen ini mencakup sektor pertanian dalam arti luas,” ujar Sumarno.

Ia memaparkan bahwa target kinerja ketahanan pangan Jawa Tengah Tahun 2026 meliputi luas lahan baku sawah sebesar 970.354 hektare, dengan target produksi padi mencapai 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG). Selain itu, ditetapkan pula target produksi jagung sebesar 3.700.000 ton, tebu 4.413.300 ton, daging 942.497 ton, susu 76.570 ton, telur 917.863 ton, perikanan tangkap 622.942 ton, serta perikanan budidaya 605.091 ton.

“Dengan dilaksanakannya kesepakatan ini, diharapkan seluruh pihak dapat melaksanakan program dan kegiatan secara konsisten, terkoordinasi, dan bertanggung jawab. Sinergi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI, Polri, dan BPS menjadi kunci keberhasilan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional,” tambahnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan Komitmen Bersama oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan seluruh bupati serta wali kota se-Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa MoU ini tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi merupakan komitmen nyata untuk membangun Jawa Tengah secara bersama-sama, khususnya di sektor pangan. “Hari ini bukan hanya sekadar komitmen dalam bentuk MoU, tetapi satu rangkaian kebersamaan untuk membangun Provinsi Jawa Tengah bersama-sama. Keputusan Bapak-Ibu sekalian inilah yang menjadi kunci utama,” ujar Ahmad Luthfi dalam sambutannya.

Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap petani, termasuk penanganan gagal panen akibat bencana seperti banjir. Gubernur meminta agar daerah yang terdampak segera melaporkan kondisi tersebut agar bisa ditangani. “Kalau ada gagal panen, segera laporkan. Jangan dibiarkan. Ini bentuk kebersamaan kita dalam melindungi petani,” tegasnya.

Selain itu, Ahmad Luthfi juga menyoroti pentingnya menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi. Ia mengingatkan para kepala daerah untuk tidak sembarangan mengubah fungsi lahan pertanian produktif demi kepentingan lain. 

“Kunci swasembada pangan adalah mempertahankan lahan. Jangan coba-coba mengubah lahan pertanian. Komitmen ini juga sudah kami koordinasikan dengan kementerian dan aparat penegak hukum,” katanya.

Dalam arahannya, Gubernur juga menegaskan target Jawa Tengah sebagai penopang swasembada pangan nasional. Saat ini produksi pangan Jawa Tengah masih berada di bawah target nasional, sehingga diperlukan peningkatan produktivitas melalui revitalisasi lahan, perbaikan irigasi, penggunaan benih unggul, serta optimalisasi panen. 

“Kita ingin Jawa Tengah menjadi penyangga swasembada pangan nasional. Ini membutuhkan kesadaran dan komitmen bersama dari para bupati dan wali kota, karena yang kita perjuangkan adalah kepentingan masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.

Bupati Fadia Arafiq, usai kegiatan, menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mendukung penuh pencapaian target ketahanan pangan Jawa Tengah Tahun 2026 melalui optimalisasi potensi pertanian daerah dan penguatan sinergi lintas sektor.*Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan

Baca Juga : Hadiri Natal Bersama Umat Kristiani, Wabup Sukirman Ajak Jaga Kerukunan