
Keterangan Gambar : Plt Bupati Pekalongan Memberikan Semangat Kepada Para Peserta
POPDA Jateng 2026 Dibuka, Plt Bupati Sukirman Berharap Atlet Tampil Fight dan Raih Prestasi
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mengawal langsung kontingen Kabupaten Pekalongan pada pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Jatidiri Semarang, Selasa (1/9/2026) sore.
Pembukaan POPDA Jawa Tengah 2026 dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. yang ditandai dengan pemukulan gong. Pembukaan turut dihadiri jajaran Forkopimda Jawa Tengah, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Pada POPDA Jateng 2026, Kabupaten Pekalongan mengirimkan sebanyak 120 atlet, didampingi 40 official dan pelatih, yang akan berlaga pada 15 cabang olahraga (cabor).
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman mengatakan keikutsertaan para atlet pelajar tersebut menjadi kesempatan bagi Kabupaten Pekalongan untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, kita mengikuti pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah Provinsi Jawa Tengah. Kita mengawal atlet-atlet muda kita, para pelajar kita yang akan bertanding,” ujar Sukirman.
Ia berharap seluruh atlet Kabupaten Pekalongan dapat memberikan kemampuan terbaiknya di setiap pertandingan yang diikuti. Menurutnya, para atlet harus memiliki semangat juang dan keberanian untuk bersaing dengan kontingen dari daerah lain.
“Harapannya tentu saja kita akan memenangkan di setiap cabang olahraga yang diikuti. Kita tunjukkan bahwa Kabupaten Pekalongan mampu bersaing dengan para pelajar yang akan bertanding di Popda,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam sambutannya mengatakan olahraga saat ini telah menjadi bagian dari kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Karena itu, pembinaan olahraga perlu dilakukan sejak usia pelajar.
“Olahraga merupakan style, merupakan gaya hidup. Maka sejak dini dari mulai SD, SMP, SMA, hari ini kita lombakan terkait dengan olahraga sesuai dengan karakter daerahnya masing-masing,” kata Ahmad Luthfi.
Ia menegaskan POPDA bukan hanya menjadi ajang kompetisi untuk mengejar medali, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter para atlet pelajar. Para peserta diharapkan mampu menunjukkan sportivitas sekaligus membangun persaudaraan antardaerah.
“Jalin kerja sama, kemudian tidak bermusuhan, kemudian saling mengenal karena olahraga merupakan alat pemersatu bangsa, tidak mengenal suku, ras, daerah, agama, dan lain sebagainya,” pesannya.
Ahmad Luthfi juga meminta para juri dan wasit menjalankan tugas secara profesional, tidak memihak, serta memberikan penilaian secara rasional agar seluruh pertandingan dapat berlangsung dengan nyaman dan sportif.
Ketua POPDA Jawa Tengah 2026, Aria Candra Destianto, mengatakan POPDA Jawa Tengah 2026 mengusung tema “Tingkatkan Tradisi Prestasi” dan berlangsung pada 1–6 September 2026. Ajang tersebut diikuti total 9.010 orang, terdiri atas 1.647 atlet SD, 2.335 atlet SMP, 3.533 atlet SMA, 1.210 pelatih, dan 334 official.
Para peserta akan memperebutkan 522 medali emas, 522 perak, dan 740 perunggu dari 23 cabang olahraga.
Penyelenggaraan POPDA bertujuan mengukur hasil pembinaan prestasi olahraga pelajar daerah sekaligus menjadi ajang seleksi pembentukan tim pelajar yang dipersiapkan mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
“POPDA juga diharapkan mampu mencetak dan melahirkan calon-calon atlet terbaik di kalangan pelajar yang di masa depan akan menjadi atlet andalan Jawa Tengah dan Indonesia. Kegiatna ini juga menjadi momentum peningkatan gairah dan motivasi pelajar untuk berlatih dan berprestasi di ajang olahraga. Selain itu, POPDA juga diharapkan dapat memelihara dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
