Bupati Fadia Hadiri HLM TPID Tingkat Jateng, Gubernur Tekankan Penanganan Bencana dan Stabilitas Har

Keterangan Gambar : Suasana High Level Meeting Pemrov Jateng


Bupati Fadia Hadiri HLM TPID Tingkat Jateng, Gubernur Tekankan Penanganan Bencana dan Stabilitas Har

KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Keris Jateng yang mengusung tema “Sinergi Stabilitas Harga, Akselerasi Investasi, dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Gumaya, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Rabu (11/02/2026).

Baca Juga : Wabup Sukirman Ikuti Rakor Evaluasi Pengawasan Program MBG

HLM dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menyampaikan sejumlah penekanan strategis kepada para kepala daerah se-Jawa Tengah, khususnya terkait penanganan bencana serta pengendalian harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Dalam arahannya, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam penanganan bencana di wilayah masing-masing. Ia menjelaskan bahwa bupati dan wali kota memiliki kewenangan menetapkan status tanggap darurat bencana, yang biasanya berlaku dua minggu dan dapat diperpanjang sesuai kondisi di lapangan. “Begitu status tanggap darurat ditetapkan, maka provinsi beserta OPD akan turun melakukan intervensi. Ini sudah kita lakukan di Banjarnegara dan Cilacap sebagai role model penanganan bencana,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan agar pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang masih berada di pengungsian, terlebih menjelang bulan Ramadan. Ia meminta seluruh OPD serta kepala daerah hadir langsung di lokasi pengungsian untuk memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi dengan baik. “Jangan sampai masyarakat kita di pengungsian merasa ditinggalkan. Justru kebutuhan mereka harus lebih lengkap dibanding saat di rumah. Negara harus hadir penuh,” tegasnya.

Selain penanganan bencana, Gubernur Ahmad Luthfi juga menekankan terkait pengendalian harga bahan pokok, khususnya cabai, bawang merah, dan beras menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia meminta peran aktif BUMD dalam menjaga stabilitas harga serta mendorong Bulog Jawa Tengah untuk memaksimalkan penyerapan gabah petani local.

“Saya tidak ingin harga beras di Jawa Tengah lebih tinggi dibanding daerah lain. Bulog harus maksimal menyerap hasil panen petani kita. Jika perlu, akan dibuat regulasi agar beras Jawa Tengah tidak keluar wilayah agar mencegah terjadi adanya fluktuatif harga,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho mengatakan, inflasi Jawa Tengah pada Januari 2026 tercatat 2,83 persen secara tahunan (year on year/yoy) dengan deflasi 0,35 persen secara bulanan (month to month/mtm).

“Inflasi Jawa Tengah masih berada dalam rentang sasaran dan relatif terjaga. Deflasi Januari terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seiring masuknya masa panen dan normalisasi permintaan pasca-Nataru,” beber Nugroho.

Namun, dia mengingatkan risiko kenaikan harga pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), tetap perlu diantisipasi. “Secara historis, komoditas seperti beras dan aneka cabai sering menjadi penyumbang inflasi saat Ramadan dan Idulfitri. Karena itu penguatan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi kunci,” ujarnya.*Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan