Bupati Fadia Arafiq   Raih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2022 Kategori Komitmen Penyediaan Layana

Bupati Fadia Arafiq Raih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2022 Kategori Komitmen Penyediaan Layana

SEMARANG – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq meraih Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2022 untuk Kategori Komitmen Penyediaan Layanan Kesehatan Gratis.

Bupati mendapatkan penghargaan atas komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dalam program ini,  masyarakat cukup  menunjukkan KTP Kabupaten Pekalongan untuk mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan.     

Penghargaan diterima Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, pada Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2022 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jum’at (9/9).

“Kami mewakili Bupati Pekalongan, Ibu Fadia Arafiq atas ide-idenya, atas program, atas eksekusi terkait program berobat gratis cukup dengan KTP. Program ini mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Radar Semarang,” tutur Yulian Akbar dalam wawancara usai menerima penghargaan.

Menurutnya, penghargaan yang diterima, akan lebih memacu pemkab untuk bisa berbuat lebih baik lagi, mengevaluasi program yang sudah ada, dan meningkatkan jangkauan terkait program berobat gratis.

“Tentu penghargaan ini bukan tujuan utama kami. Kami ingin memastikan semua warga kita yang sakit, dilayani di fasilitas-fasilitas kesehatan kita yang ada di puskesmas dan rumah sakit. Nawaitunya tidak boleh ada orang sakit yang tidak dilayani di Kabupaten Pekalongan,”  ujarnya.

Menurutnya, program kesehatan gratis, memberikan manfaat yang luar biasa.  “Dan alhamdulillah anggarannya masih tercover. Kita sdh melakukan banyak koreksi selama delapan bulan terakhir. Terutama ketika program ini masih ada pembatasan-pembatasan dari sisi nominal maupun mereka pemegang kartu BPJS Non Aktif. Dikatakannya, plafon program berobat gratis maksimal Rp. 15 juta per orang.

Pihaknya akan senantiasa memperhatikan masukan masyarakat dan menjadikannya sebagai evaluasi dengan menyesuaikan anggaran yang ada.

Mengenai upaya sosialisasi yang dilakukan terkait program tersebut, pihaknya melakukan  sosialisasikan secara intens. “Syiar program ini sudah kita lakukan kepada para ASN, para camat, para lurah dan kades, dan masyarakat, baik secara langsung  maupun melalui kanal-kanal informasi milik Pemkab maupun OPD terkait,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat  untuk ikut mensosialisasikan sekaligus mengevaluasi program. “Ini adalah program yang merupakan ide bupati. Saya rasa ini akan menjadi program masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Alhamdulillah mendapat apresiasi dari Jawa Pos malam ini,” ungkap Sekda.

Saat menghadiri Malam Anugerah Jawa Pos, Sekda didampingi Kepala Bappeda Litbang Trisno Suharsanto dan Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro.

Kegiatan juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, Forkopimda Provinsi Jawa Tengah dan para penerima penghargaan lainnya.

Terpisah, Setiawan menjelaskan,  Program Kesehatan Cukup Pakai KTP didasari Perbup Nomor 68 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Pemberian Bantuan Biaya  Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat yang belum menjadi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional.

Jaminan kesehatan dianggarkan sekitar Rp. 54 Miliar pada tahun 2022 ini.

Disebutkan, jumlah warga yang telah dibantu program pengobatan gratis cukup dengan KTP hingga Juli 2022 yaitu sebanyak  11.224 pasien rawat jalan, 1.018 pasien rawat inap,  dan 486 pasien persalinan puskesmas dengan nilai total bantuan Rp. 5.696.365.267

Dalam pelaksanaan program, pihaknya  mengalami kendala, antara lain, pengajuan klaim maksimal tanggal 10 bulan berikutnya, pengajuan klaim banyak yang masih terlambat. “Kendala lainnya yaitu, banyak peserta yang tidak sesuai kriteria (sudah memiliki jaminan), proses verifikasi tidak masuk kriteria,” ujarnya. Selain itu, juga ada yang membutuhkan biaya persalinan (operatif) di rumah sakit melebihi pagu dan perawatan bayi baru lahir yang memerlukan penanganan khusus (inkubator). Kendala lainnya, kata dia, tenaga verifikator yang masih kurang.  

Sebelumnya, dalam malam Anugerah, Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Anugerah Jawa Pos Radar Semarang sudah digelar sebanyak 7 kalinya, termasuk diantaranya adalah pada 2 tahun masa pandemi Covid-19 yang lalu.

“Penghargaan ini dilandasi oleh keinginan untuk memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berjasa untuk memajukan negeri ini. Khususnya di wilayah Jawa Tengah. Lebih-lebih belakangan ini, di saat kita berada dalam arus globalisasi dan digitalisasi. Informasi demikian kuatnya. Melalui berbagai saluran terutama platform media digital dan media sosial,” ungkapnya.

CEO Jawa Pos Media Leak Koestiyo mengatakan bahwa sekarang ini banyak berita heboh di berbagai media. Namun, timnya, kata dia, tetap berkomitmen independen untuk melihat dengan dalam siapa yang bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan komitmen tinggi, dengan dedikasi sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing untuk diberikan penghargaan dengan baik.

 “Semoga apa yang dilakukan oleh Jawa Pos dapat membawa kebaikan untuk kita semua dan kemajuan untuk kita bersama. Memberikan kontribusi terbaik kepada Masyarakat dan Negeri ini,” ujarnya.*) Tim Prokompim Kab. Pekalongan