
Keterangan Gambar : Sekda Kabupaten Pekalongan Mengajak ASN Untuk Melek Investasi di Pasar Modal
Pemkab Pekalongan Gelar Sosialisasi Program Lentera Investa, Bekali ASN Pengetahuan Investasi Di Pas
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Tegal menggelar sosialisasi Program Lentera Investa 2026 : Literasi Dan Edukasi Investasi Pasar Modal, bertempat di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (13/10/2026) siang.
Kegiatan yang mengusung tema “Cerdas Berinvestasi, Aman Bertransaksi, Bijak Menentukan Pilihan, Kenali Investasinya, Pahami Risikonya, Pastikan Keamanannya” ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, Dr. H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Tegal, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Sinarmas Investasi, serta diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Sekda Akbar menyampaikan bahwa ASN tidak hanya perlu fokus menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga perlu membekali diri dengan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan pribadi dan investasi. Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini harus memberikan manfaat nyata bagi peserta, bukan sekadar menjadi kegiatan seremonial.
“Jadi, prinsip kita hadir di sini istilahnya belajar, tholabul ilmi, ngerti soal investasi pasar modal. Jadi ASN itu ya, kita biasa berkutat dengan tugas kita sehari-hari, tapi tidak ada salahnya hari ini kita khusus belajar tentang investasi di pasar modal seperti apa,” ujarnya.
Akbar mengingatkan ASN agar mampu mengelola pendapatan secara bijak dengan mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari dan kemampuan finansial masing-masing. Ia menekankan pentingnya menyesuaikan pengeluaran dengan pendapatan serta memanfaatkan penghasilan lebih untuk hal-hal produktif, termasuk investasi. “Intinya tentu saja Bapak Ibu, silakan memanajemeni pendapatan kita masing-masing. Jangan sekali-kali besar pasak daripada tiang,” tegasnya.
Sekda Akbar juga mendorong peserta untuk mempelajari berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar modal, seperti reksa dana, obligasi, dan saham. Dengan pemahaman yang memadai, ASN diharapkan dapat menentukan pilihan investasi sesuai kebutuhan dan kemampuan serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan. “Minimal kita akan paham terkait dengan literasi investasi. Jadi nanti kita bisa memberikan pengetahuan yang kita ikuti pada pagi hari ini kepada yang lain,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Akbar menyampaikan terima kasih kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pekalongan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pihak terkait, termasuk Sinarmas, atas kolaborasi dalam penyelenggaraan program Lentera Investa 2026, “Sekali lagi saya terima kasih kawan-kawan tim TPAKD atas kerja keras Panjenengan semua pagi hari ini menggelar program Lentera Investa bersama dengan OJK dan Sinarmas. Semoga kegiatan hari ini bisa memberikan dampak bagi kebaikan kita dan kerja-kerja dari tim TPAKD juga bisa lebih diperluas lagi sehingga tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban,” pungkasnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, Anis Rosidi, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa Lentera Investasi merupakan salah satu program kerja TPAKD Kabupaten Pekalongan. “Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja daripada TPAKD, yaitu forum koordinasi antar pemangku kepentingan yang bertujuan mempercepat akses keuangan di daerah guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”
Anis menjelaskan, TPAKD Kabupaten Pekalongan memiliki sejumlah program pada 2026, di antaranya GENIUS (Gerakan Menabung Satu Siswa Satu Rekening), GEMAH ARGO berupa fasilitas kredit bagi petani, Lentera Investasi yang sebelumnya dikenal sebagai Bisma Batik melalui skema business matching dengan UMKM, serta Kredit Nongol atau kredit untuk melawan rentenir.
Lebih lanjut, Anis menyampaikan bahwa kegiatan Lentera Investasi kali ini berfokus pada pengenalan pasar modal dengan sasaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
“Kegiatan ini dilaksanakan, sasarannya adalah ASN, karena ASN adalah satu kelompok yang memiliki peran penting di dalam fluktuasi perkembangan daripada investasi. Tujuannya adalah menanamkan virus-virus transfer knowledge yang akan didapatkan pada hari ini, entrepreneurship di kalangan ASN. Dan ini sangat tepat sekali selaras dengan prinsip re-inventing government. Salah satu prinsip daripada reinventing government adalah satu memangkas birokrasi, kedua adalah memwirausahakan birokrasi,” terangnya,
Menurut Anis, jumlah peserta yang semula direncanakan sebanyak 60 ASN meningkat menjadi 130 orang berkat dukungan dan tambahan kuota dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Sinarmas Investasi.
“Ini pesertanya dibatasi 60 orang dari ASN yang berminat, karena kita sebarkan untuk mengisi formulir dan ini yang rawuh di sini adalah mereka-mereka yang benar-benar memiliki keinginan untuk berinvestasi. Dan semoga harapan ini dari 60 orang ini akan menyebarkan virus-virus transfer knowledge yang akan didapatkan pada hari ini. Jadi, ada 60 orang, sasaran peserta bertambah dan ternyata perkembangannya dari 60 orang menjadi 130 orang. Alhamdulillah kita dapat kuota tambahan dari OJK, BEI, dan Sinarmas,” jelasnya.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Tegal, Kurnia Tri Puspita, mengajak ASN untuk mulai berinvestasi secara disiplin dengan menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan. Menurutnya, investasi tidak harus dimulai dengan modal besar, tetapi dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing.
“Jadi misalkan kita punya penghasilan sebagai ASN, mungkin kita bisa sisihkan Rp. 200.000 atau Rp. 300.000. Jadi kita memulai itu tidak dengan uang yang sangat besar untuk diinvestasikan di pasar modal. Bahkan untuk reksadana tadi bisa mulai dari Rp10.000,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kurnia menyampaikan bahwa jumlah investor reksadana di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mengalami peningkatan sebesar 73 persen, dari sekitar 114.000 investor. Ia berharap edukasi investasi bagi ASN di Kabupaten Pekalongan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap investasi pasar modal sekaligus mendukung perekonomian daerah.
“Artinya adalah mulai banyak orang yang sudah mulai aware dengan investasi di pasar modal ini. Dan alhamdulillah ini ada 130. Yang artinya mudah-mudahan ini menambah jumlah investor baik reksadana ataupun saham, sehingga jumlahnya meningkat,” ujarnya. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
