
Keterangan Gambar : Plt Bupati Pekalongan Melakukan Penyerahan Penghargaan Kepada Pemenang Duta GenRe
Plt. Bupati Sukirman Minta Duta GenRe Jadi Teladan dan Pelopor Generasi Muda Terencana
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan sukses menggelar Malam Apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 di Gedung Pertemuan Umum Kabupaten Pekalongan, Sabtu (31/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dr. H. Abdul Munir, Wakapolres Pekalongan Kompol M. Farid Amirullah, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dr. Mohammad Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., serta sejumlah perwakilan Forkopimda, kepala OPD, asisten Sekda, camat, dan tamu undangan lainnya. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda GenRe Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Sukirman, para orang tua finalis, pendukung, serta dewan juri.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sukirman menyampaikan bahwa Duta GenRe yang terpilih harus mampu menjadi teladan bagi generasi muda. Menurutnya, para duta memiliki tanggung jawab untuk ikut mengendalikan berbagai persoalan remaja melalui kegiatan edukasi yang menjangkau masyarakat hingga tingkat bawah.
“Duta-duta ini diinisiasi oleh Dinas DP3APPKB dan akan ditugaskan untuk bersosialisasi hingga ke tingkat bawah, khususnya kepada para remaja, demi menciptakan generasi yang terencana. Tentu saja, mereka harus menjadi teladan dengan menjaga perilaku serta mampu mempresentasikan dan menyosialisasikan program-program yang telah disusun. DP3APPKB akan merancang program ini secara masif agar isu-isu remaja dapat kita kendalikan," ujarnya.
Para duta terpilih nantinya akan mengemban tugas untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan generasi muda, mulai dari pencegahan pernikahan dini, pergaulan bebas, kenakalan remaja, seks bebas, penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang, hingga turut berperan dalam upaya pencegahan stunting.
Sukirman menilai, keberadaan Duta GenRe memiliki peran strategis karena para duta berasal dari kelompok usia yang sama dengan sasaran edukasi. Dengan pendekatan teman sebaya, pesan-pesan positif diharapkan lebih mudah diterima dan memberikan dampak yang lebih efektif dibandingkan apabila hanya disampaikan oleh orang-orang yang berbeda generasi.
“Kalau saya yang berbicara, Pak Sekda yang berbicara, Ketua DPRD yang berbicara dengan anak-anak kita yang usianya remaja hari ini, itu mungkin efeknya tipis. Tetapi kalau kemudian kita serahkan kepada duta-duta kita yang memang seusia, yang memang kemudian sebaya, insyaallah itu memang akan lebih efektif,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia berharap 10 finalis putra dan putri yang terpilih tidak berhenti pada kegiatan malam apresiasi tersebut. Para finalis diharapkan dapat menjalankan peran nyata di tengah masyarakat dengan menyosialisasikan perilaku hidup sehat, perencanaan masa depan, serta berbagai kampanye positif bagi kalangan remaja.
“Maka ini 10 finalis putra dan putri tidak hanya sekadar tampil di panggung, tidak hanya sekadar mempresentasikan terhadap ide dan gagasannya, tidak hanya sekadar dinilai oleh dewan juri, tetapi memang, ini saatnya nanti kita beri tugas untuk kemudian dalam satu tahun ke depan, kalau memang anggaran kita cukup kita siapkan anggaran untuk terus berkampanye yang seperti yang diikrarkan tadi: stop pernikahan dini, stop pergaulan bebas, stop narkoba,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga generasi muda bukan hanya berada di pundak pemerintah. Diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, aktivis, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).
“Ini tanggung jawab kita bersama. Ini harus kita keroyok bersama-sama, tidak hanya sekadar kemudian dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga seluruh stakeholder, para aktivis, LSM, tokoh-tokoh agama, dan seterusnya untuk terus kemudian menyelamatkan generasi kita ini. Dari atas, pemerintah pusat sudah menyiapkan gizinya dengan baik, sudah menyiapkan pola pendidikannya dengan baik, tinggal kita sambut di daerah untuk kemudian sama-sama menjaga generasi kita ini,” katanya.
Menutup sambutannya, Sukirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Malam Apresiasi Duta GenRe Kabupaten Pekalongan Tahun 2026. Ia juga berharap para finalis dapat terus menunjukkan semangat, kreativitas, dan kecintaan terhadap daerah melalui karya serta kegiatan nyata.
“Kita tunggu karya-karya nyata dari duta-duta Genre kita, kita libatkan dalam proses-proses pembangunan yang akan datang,” pungkasnya.
Pada malam apresiasi tersebut, panitia telah menetapkan 10 finalis terbaik putra dan 10 finalis terbaik putri. Dari para finalis tersebut, selanjutnya dipilih masing-masing satu orang sebagai Duta GenRe putra dan putri Kabupaten Pekalongan Tahun 2026.
Adapun hasil pemilihan Duta GenRe Kabupaten Pekalongan Tahun 2026, kategori putri Juara I diraih Nabilah Khamilatun Nisa dari Kecamatan Paninggaran/SMA Negeri 1 Paninggaran, Juara II Nada Adibah Khairunnisa dari Kecamatan Wiradesa/SMA Negeri 1 Pekalongan, dan Juara III Shakilla Belva Raissa dari Kecamatan Wiradesa/SMA Negeri 1 Pekalongan. Sementara kategori putra, Juara I diraih Jovian Azka Alfareza dari Kecamatan Wonopringgo/SMK Muhammadiyah Bligo, Juara II Ade Kurniawan dari Kecamatan Wiradesa/Universitas Muhammadiyah Pekalongan Pekajangan, dan Juara III Bagus Setiawan dari Kecamatan Sragi/SMK Muhammadiyah Bojong.
Selain juara utama, penghargaan kategori atribut juga diberikan kepada Callista Vania dari Kecamatan Karanganyar/Poltekkes Kemenkes Semarang Pekalongan sebagai Juara Influencer dan Bintang Dwi Persada dari Kecamatan Kesesi/SMK NU Kesesi sebagai Best Advokasi.*Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
