
Keterangan Gambar : Plt Bupati Pekalongan Menerima Penghargaan mandaya Award
Sukses Turunkan Angka Kemiskinan, Pemkab Pekalongan Raih Penghargaan Mandaya Award Dari Kemenko PM
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan Mandaya Award sebagai bentuk apresiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Republik Indonesia atas komitmen tinggi dalam upaya penurunan angka kemiskinan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. dan diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Usai menerima penghargaan tersebut, Sukirman menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat program penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, apresiasi yang diterima sejalan dengan kondisi di lapangan, yang menunjukkan adanya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.
“Penghargaan ini atau apresiasi ini menjadi semangat kita dan faktanya memang kemudian di lapangan sangat nyambung karena hari ini menurut sumber Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan menurun dari 8,5% di tahun kemarin, sekarang kemudian menjadi 7,8%. Ini artinya pemberian penghargaan ini sekaligus menyemangati kita, menyemangati semangat kita, tetapi juga sekaligus menunjukkan fakta di lapangan,” ungkapnya.
Sejalan dengan capaian tersebut,, Sukirman menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan, serta para pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi dalam mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan.
“Tentu kami mengucapkan terima kasih, terutama jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bapperida dan seluruh OPD terkait yang kemudian mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan ini bersama seluruh stakeholder di Kabupaten Pekalongan. Terima kasih,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sukirman berharap penghargaan tersebut semakin memperkuat komitmen seluruh pihak untuk melanjutkan program pembangunan yang berorientasi pada penurunan angka kemiskinan. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut membutuhkan kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, pemangku kepentingan, hingga badan dan perusahaan yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting untuk menekan angka kemiskinan sekaligus mengurangi tingkat pengangguran terbuka. Dengan demikian, berbagai program pembangunan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dan memutus mata rantai kemiskinan.
“Harapannya, tentu saja ke depan program-program pembangunan kita akan terus mengarah ke sana, lalu kemudian seluruh masyarakat, stakeholder yang ada, badan-badan yang ada, perusahaan-perusahaan akan rame-rame, sengkuyung bareng-bareng kemudian untuk berkolaborasi untuk menurunkan angka kemiskinan ini. Sehingga seluruh masyarakat sejahtera, pengangguran, kemiskinan, pengangguran terbuka juga turun, dan yang paling penting adalah semuanya sejahtera untuk memutus mata rantai kemiskinan,” tegasnya.
Sementara itu, Menko PM Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. atau Cak Imin, menyampaikan bahwa penurunan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Indonesia merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah daerah, kepala desa, perguruan tinggi, dunia usaha, pesantren, dan masyarakat yang terlibat langsung dalam upaya pemberdayaan.
Berdasarkan data BPS tahun 2026 yang disampaikan, tingkat kemiskinan turun dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen, sedangkan jumlah penduduk miskin ekstrem berkurang dari 2,8 juta menjadi 1,7 juta jiwa.
“Kita harus menyadari bahwa angka kemiskinan ini tidak turun dengan sendirinya. Di balik turunnya angka kemiskinan ini ada orang-orang yang mau turun tangan. Merekalah yang hari ini kita rayakan. Bukan yang paling besar lembaganya, juga bukan yang paling mahal anggarannya, tetapi yang paling kita harapkan adalah yang kita nilai siapa yang dampaknya nyata dan dibuktikan,” ujar Cak Imin.
Sejalan dengan upaya tersebut, Cak Imin menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong transformasi kebijakan dari sekadar memberikan bantuan sosial menuju pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri dan meningkatkan kesejahteraan. Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program, antara lain Sekolah Rakyat, pemberdayaan orang tua siswa Sekolah Rakyat melalui Program Laskmi, pemberian akses modal kepada pelaku usaha mikro dan rintisan, pendampingan perguruan tinggi untuk mendorong kemajuan desa, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Kampung Nelayan, serta kemudahan akses pupuk bagi petani.
Meski demikian,Cak Imin menekankan bahwa bantuan sosial tetap diperlukan sebagai perlindungan bagi masyarakat rentan, tetapi harus disertai upaya membangun kemandirian.
“Ke depan kita harus terus mendorong rakyat menjadi pelaku utama bahwa masyarakat yang produktif harus kita siapkan jalan keluar untuk lepas dari kemiskinan yang terus mereka hadapi. Bantuan sosial sementara, berdaya selamanya. Bantuan sosial tetap diperlukan, perlindungan sosial tetap menjadi bagian dari bantalan sosial kita. Jaringan pengaman itu untuk menahan sementara supaya tidak jatuh, supaya tidak ketinggalan, tetapi di sisi yang lain arah kita jelas. Dari dibantu menjadi berdaya, dari berdaya menjadi mandiri,” tegasnya.
Selain penguatan program pemberdayaan, Cak Imin juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, perguruan tinggi, pesantren, dan berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Ia mengatakan bahwa keberhasilan pemberdayaan tidak boleh berhenti pada satu daerah, tetapi harus menjadi praktik baik yang dapat diterapkan di daerah lain. Oleh karena itu, pemerintah mendorong penguatan sinergi program, penggunaan data sosial ekonomi yang akurat, serta pemberian apresiasi kepada daerah yang berhasil menjalankan program pemberdayaan berdampak nyata melalui Mandaya Award
Menutup sambutannya, Cak Imin mengajak seluruh pihak untuk menjaga keberlanjutan upaya pemberdayaan demi mewujudkan masyarakat yang semakin mandiri dan siap menghadapi tantangan ekonomi pada masa mendatang.
“2 tahun pemberdayaan menunjukkan kemajuan yang berarti, mari kita bersama-sama menjaga kita wujudkan di tahun-tahun yang akan datang, transformasi Indonesia yang lebih berdaya agar kita semakin melihat rakyat kita percaya diri dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa yang akan datang. Selamat kepada seluruh penerima Mandaya Award,” pungkasnya.
Kegiatan turut dihadiri Menteri Koperasi, Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Keuangan, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Wakil Menteri Koperasi.
Selain itu, hadir pula para pimpinan dan perwakilan lembaga negara, gubernur, bupati, walikota, kepala desa dan lurah yang mengikuti secara virtual, pimpinan BUMN, rektor dan pimpinan perguruan tinggi, pimpinan pesantren dan lembaga pendidikan, para penggerak pemberdayaan masyarakat dari berbagai bidang dan daerah, serta mahasiswa peserta InnoVillage 2026. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
