Pemkab Torut Studi Tiru Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Pekalongan

Keterangan Gambar : Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar Menerima Kunjungan dari Kabupaten Toraja Utara


Pemkab Torut Studi Tiru Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Pekalongan

Kajen – Pemerintah Kabupaten Toraja Utara (Torut) melakukan studi tiru terkait penanganan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan belum lama ini.

Rombongan studi tiru Pemkab Torut diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si. bersama sejumlah perwakilan OPD di Kabupaten Pekalongan di Ruang Rapat Bupati Pekalongan.

Kunjungan studi tiru dari Kabupaten Toraja Utara bertujuan untuk berdiskusi dan berkonsultasi mengenai tata kelola manajemen penuntasan kemiskinan melalui inovasi Laboratorium Kemiskinan yang merupakan program unggulan Kabupaten Pekalongan.

Dalam pertemuan tersebut Sekda Akbar menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut tidak berlangsung sebagai seremonial saja, tetapi juga sebagai sarana belajar antar daerah.

“Kami juga ingin belajar dari kawan-kawan Toraja itu seperti apa, kita bisa saling sharing,” ujar Sekda.

Dia juga mengatakan bahwa pada pertemuan tersebut tidak hanya membahas Laboratorium Kemiskinan saja tetapi juga mengenalkan Aplikasi Kudu Sekolah kepada Rombongan Pemkab Torut karena menurutnya, Laboratorium Kemiskinan berkaitan erat dengan Aplikasi Kudu Sekolah.

Lebih lanjut, Sekda Akbar menuturkan bahwa selain tingginya kemiskinan, Pemkab Pekalongan juga menghadapi permasalahan tingginya angka anak tidak sekolah. Sehingga penuntasan anak tidak sekolah ini juga menjadi fokus Pemkab Pekalongan dalam upaya menuntaskan kemiskinan.

“Saya kira Laboratorium Kemiskinan ini akan beriringan dengan Aplikasi Kudu Sekolah. Kita meyakini pendidikan merupakan gerbang terdepan untuk memutus rantai kemiskinan,” ungkap sekda.

Sekretaris Daerah Kabupaten Toraja Utara Salvius Pasang, SP MP menilai inovasi yang dilakukan Pemkab Pekalongan melalui Lab Kemiskinan menurutnya lebih maju.

“Saya yakin bahwa langkah-langkah inovasi-inovasi yang dilakukan Pekalongan jauh lebih maju dibandingkan kami, oleh karena itu saya berpesan kepada kawan-kawan kalau kita melakukan studi tiru tapi tidak dilaksanakan, tidak ada yang bisa digaungkan di Toraja ya percuma,” kata Salvius.

Dia berharap melalui studi tiru tersebut Pemkab Torut dapat mengadaptasi inovasi yang dilakukan Pemkab Pekalongan untuk diterapkan di daerahnya.

Terakhir, Salvius juga menuturkan bahwa pemindahan ibu kota baru ke Pulau Kalimantan nantinya diharapkan akan membuat Toraja Utara menjadi lebih dekat dengan Ibu Kota Negara. Sehingga dia berharap kedepannya Kabupaten Toraja dapat melakukan kunjungan-kunjungan lainnya untuk mengadaptasi berbagai inovasi program yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk mengatasi berbagai persoalan yang akan dihadapi Pemkab Torut. *Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan