
Keterangan Gambar : Rapat Pengamanan Pilkades 2026 di Gelar di Polres Pekalongan
Pemkab Pekalongan Sinergi dengan TNI-Polri, Matangkan Kesiapan Pilkades Serentak 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bersama Polres Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, serta jajaran Forkopimda memperkuat sinergi dalam mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026.
Baca Juga : Rakor Lintas Sektoral, Plt. Bupati Sukirman Perkuat Mitigasi Karhutla
Langkah tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Antisipasi Kebakaran Hutan/Lahan dan Kesiapan Pilkades Serentak Tahun 2026 yang digelar di Aula Setya Polres Pekalongan, Rabu (15/7/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, dalam sambutannya meminta dukungan penuh TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkades. Menurutnya, dinamika politik di sejumlah desa mulai terasa sehingga diperlukan langkah antisipatif agar tidak berkembang menjadi konflik.
"Kami mohon bantuan TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban masyarakat serta menciptakan situasi yang kondusif, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkades yang sudah mulai terasa hangat di beberapa desa. Hal ini harus kita antisipasi bersama," ujar Sukirman.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menerima berbagai aspirasi masyarakat dari sejumlah desa terkait pelaksanaan Pilkades. Karena itu, para camat diminta lebih responsif terhadap perkembangan wilayah masing-masing. Sukirman menegaskan setiap persoalan yang muncul di desa harus segera difasilitasi melalui koordinasi antara camat, Forkopimcam, pemerintah desa, serta para tokoh masyarakat agar dapat diselesaikan secara musyawarah.
"Kami berharap para camat responsif terhadap wilayahnya. Persoalan-persoalan di desa harus kita rembuk bersama, difasilitasi oleh camat dan Forkopimcam sehingga dapat ditemukan solusi bersama dan tidak berkembang menjadi penyampaian aspirasi di luar batas kewajaran," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si. mengatakan terdapat 34 desa di Kabupaten Pekalongan yang akan melaksanakan Pilkades Serentak pada tahun 2026. Menurutnya, hampir seluruh kecamatan memiliki desa yang akan menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah memantau adanya sejumlah potensi gejolak di beberapa desa sehingga diperlukan langkah mitigasi sejak dini selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
"Kita berharap sinergi seluruh pihak, mulai dari Forkopimcam, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kepala desa hingga tokoh masyarakat dapat menjaga situasi agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman, tertib, dan lancar," ujarnya.
Kapolres menjelaskan bahwa tahapan Pilkades meliputi persiapan, pencalonan, pencalonan ulang apabila diperlukan, kampanye hingga pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Waktu yang masih tersedia, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk mempersiapkan personel, logistik, serta sistem pengamanan secara maksimal.
Ia juga mengingatkan berbagai potensi kerawanan yang harus diantisipasi, di antaranya politik uang, mobilisasi massa, konflik antarpendukung, intimidasi, provokasi, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial, perusakan alat peraga kampanye, kerawanan di tempat pemungutan suara (TPS), sengketa hasil pemilihan, konsumsi minuman keras, aksi premanisme, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga pentingnya menjaga netralitas panitia Pilkades.
"Kita harapkan nanti pada saat dimulainya tahapan pilkades serentak, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan seluruh instansi harus benar-benar melaksanakan kegiatan pengamanan pilkades dan juga rangkaiannya ini harus betul-betul dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai nanti muncul gejolak, akhirnya jadi ramai. Memang cuma 34 desa. Tapi kalau tidak bisa dimitigasi, ditangani dengan baik, ini juga akan bisa menimbulkan gejolak nasional nantinya. Nah, ini yang kita harapkan jangan sampai nanti ini bisa terjadi.," tegasnya.
Kapolres juga mengungkapkan bahwa tantangan pengamanan Pilkades akan semakin besar pada tahun berikutnya, mengingat pada tahun 2027 direncanakan sebanyak 206 desa di Kabupaten Pekalongan akan menyelenggarakan Pilkades Serentak.
Senada dengan itu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H. memastikan jajaran TNI siap mendukung pengamanan Pilkades hingga ke tingkat desa melalui peran Babinsa.
"Kami memiliki Babinsa di setiap desa yang akan mengawal seluruh tahapan Pilkades, mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan. Harapan kami demokrasi di desa berjalan baik dan tidak menimbulkan konflik horizontal," ujarnya.
Selain pengamanan di lapangan, TNI juga akan mengajak seluruh elemen masyarakat mewaspadai penyebaran hoaks, kampanye hitam, maupun provokasi di media sosial.
"Kita ingin Pekalongan tetap aman dan kondusif. Jangan sampai karena memperebutkan jabatan kepala desa justru menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Kita sudah adem, kondusif saat ini, ya. Kita ciptakan sama-sama, ya. Baik itu secara fisik, maupun di media sosial," tandas Dandim. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
