
Keterangan Gambar : Plt Bupati Menyampaikan Arahan Terkait Kahutla
Rakor Lintas Sektoral, Plt. Bupati Sukirman Perkuat Mitigasi Karhutla dan Siapkan Langkah Cepat Hada
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kesiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Pekalongan, Rabu (15/07/2026) siang.
Baca Juga : Plt. Bupati Sukirman Ajak PP Polri Perkuat Kolaborasi Konkret dengan Pemkab Pekalongan
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa rakor tersebut menjadi momentum penting mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan cuaca panas akan berlangsung hingga September 2026.
"Ini momentum yang sangat luar biasa di tengah prediksi BMKG tentang cuaca panas yang kemungkinan akan sampai bulan September. Tentu ini akan menimbulkan banyak hal. Selain kita harus menjaga fisik, lingkungan, keluarga, dan masyarakat, yang tidak kalah penting adalah mitigasi bencana, khususnya antisipasi kebakaran," ujar Sukirman.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui BPBD telah mulai melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun rawan kebakaran. Menurutnya, langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan.
"BPBD saya kira sudah mulai melakukan mapping terkait dampak kekeringan dan seterusnya. Ini sudah harus mulai kita mitigasi bersama-sama," tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., mengungkapkan terdapat sejumlah kawasan yang menjadi perhatian khusus dalam upaya pencegahan kebakaran, di antaranya lahan tebu pascapanen, lahan kosong, kawasan hutan Perhutani, hingga pembakaran sampah yang masih sering dilakukan masyarakat.
Menurutnya, kebiasaan membakar sisa tanaman atau sampah tanpa pengawasan berpotensi memicu kebakaran yang meluas, bahkan asap yang ditimbulkan dapat mengganggu pengguna jalan dan memicu kecelakaan lalu lintas.
"Yang menjadi perhatian kita adalah lahan tebu setelah panen, lahan kosong, kawasan hutan Perhutani, termasuk kebakaran tempat sampah. kebiasaan masyarakat kita juga yang membakar lahan tidak melihat waktu ataupun tidak ada komunikasi dengan RT ataupun juga aparat setempat. Karena kalau sampah dibakar kemudian mengakibatkan asap yang banyak, tentu jadi bisa menyebabkan kecelakaan, khususnya di pinggir jalan," jelasnya.
Kapolres menegaskan bahwa langkah utama yang harus dilakukan adalah meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui sinergi Forkopimcam, camat, kapolsek, danramil, kepala desa, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas agar secara rutin memberikan imbauan kepada warga, khususnya pemilik lahan.
Selain itu, Polres Pekalongan juga telah menyiapkan pasukan Siaga Bhayangkara yang sewaktu-waktu dapat digerakkan apabila terjadi kebakaran. Bersama BPBD, pihaknya juga akan menggelar apel kesiapsiagaan guna memastikan kesiapan personel maupun sarana prasarana penanggulangan bencana.
"Kami juga sudah menyiapkan layanan Call Center 110. Apabila masyarakat mengetahui adanya kebakaran ataupun bencana lainnya, segera laporkan sehingga dapat segera ditangani," imbuhnya.
Di sisi lain, Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H., mendorong pembentukan dan penguatan tim tanggap bencana mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Menurutnya, pelaporan cepat menjadi faktor penting agar kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
"Kita perlu tim tanggap bencana mulai dari desa. Kalau memang sudah ada, kita solidkan lagi SOP-nya sampai tingkat kabupaten. Pelaporan cepat itu sangat penting," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penyiapan lokasi evakuasi apabila kebakaran berskala besar terjadi. Menurutnya, setiap desa perlu memiliki rencana yang jelas mengenai titik relokasi maupun tempat penampungan sementara bagi masyarakat terdampak.
"Kalau terjadi kebakaran besar, harus sudah ada titik evakuasi maupun relokasi masyarakat. SOP mulai dari desa harus sudah disiapkan dan dikoordinasikan lintas sektoral," pungkasnya.
Rakot tersebut menghadirkan sejumlah pemateri dari OPD terkait seperti, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto, SH. MH, Kepala Perkim LH Kab. Pekalongan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab .Pekalongan diwakilkan Plt Kabid perkebunan, KPH Pekalongan Timur, Kasat Pol PP dan Damkar Kab. Pekalongan Wahyu Kuncoro, ST. MT, Perwakilan Dinas PMD Kab Pekalongan.
Kegiatan turut dihadiri Wakapolres Pekalongan Kompol M. Farid Amirullah, Plt. Kepala OPD terkait, Direktur SGN PG Sragi Kab. Pekalongan, Camat se Kab Pekalongan dan Para tamu undangan. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
