Bupati Minta Warga Tunjungsari Jaga Kerukunan Umat

Keterangan Gambar : Bupati Fadia Arafiq Memberikan Sambutan Dalam Acara Peresmian Masjid Baitul Muttaqin, Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan


Bupati Minta Warga Tunjungsari Jaga Kerukunan Umat

KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM,  meminta agar warga Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan bisa menjaga kerukunan hidup antar umat baik seagama maupun berbeda agama. Hal itu diungkapkan bupati dalam sambutan pada acara halal bi halal dan meresmikan Masjid Baitul Muttaqin, Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, Minggu (8/5).

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga mengucapkan Selamat Hari raya Idul Fitri 1443 Hijriyah dan memohon maaf lahir batin kepada seluruh undangan dan warga yang hadir. Bupati berpesan agar warga Desa Tunjungsari bisa hidup rukun di tengah perbedaan yang ada. “Saya minta warga agar menjaga kerukukan, kekompakan, dan kekeluargaan. Jangan ada perpecahan,” pesan bupati.   

Bupati juga berpesan agar masjid yang sudah dibangun, bisa diramaikan dengan kegiatan keagamaan. “Jangan sampai masjidnya besar, tapi tidak ada jama’ahnya.” Tutur bupati.

Dalam kegiatan tersebut, bupati juga menyampaikan program-program unggulan Kabupaten Pekalongan. Program tersebut antara lain yaitu pengobatan gratis cukup menggunakan KTP, melahirkan gratis, dan bantuan bagi penunggu pasien kurang mampu yang dirawat di puskesmas rawat inap dan RSUD milik Pemkab Pekalongan serta program seragam sekolah gratis bagi siswa kurang mampu di sekolah Negeri.    

Bupati Fadia juga menyampaikan rencana pembangunan Kota Kajen dan sekitarnya seperti pembangunan sirkuit balap motor di Desa Kalijoyo dan penataan alun-alun Kajen.  

Bupati juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19, agar segera mendapatkan layanan vaksin Covid-19.

Sebelumnya, Ketua Tanfidziah NU Ranting Tunjungsari, KH, Taufiq Adnan dalam sambutannya melaporkan, masjid berkapasitas 1000 jamaah dan sering digunakan untuk melaksanakan kegiatan keagamaan. Masjid dibangun dengan biaya sekitar Rp. 1,5 miliar. Masjid masih memerlukan penyempurnaan plafond dan instalasi listrik serta halaman parkir yang perlu atap untuk sholat Jum’at. Selain itu, akses jalan ke masjid yang kurang layak yang mengakibatkan masyarakat kesulitan untuk menuju masjid, terutama pada saat musim hujan.

Taufiq mengatakan, warga Tunjungsari menyatakan terima kasih dan bangga, masjid di desanya diresmikan oleh Bupati Fadia Arafiq. *Tim Prokompim Setda Kabupaten Pekalongan