Bupati Berharap Kampung Pancasila Meluas

Keterangan Gambar : Bupati Meresmikan Kampung Pancasila di Desa Tanjungsari - Kajen


Bupati Berharap Kampung Pancasila Meluas

KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE, MM berharap pembangunan Kampung Pancasila meluas ke seluruh desa/ kelurahan di Kabupaten Pekalongan. Harapan tersebut disampaikan bupati dalam sambutan pada Pencangan Kampung Pancasila Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen Kodim/ 0710 Pekalongan, Jum’at (1/4). Pencanangan dilakukan oleh Bupati Fadia Arafiq.

”Pencanangan Kampung Pancasila Desa Tanujungsari ini saya harapkan menjadi percontohan dan akan berkembang di semua kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Pancasila harus ditanamkan dalam diri setiap warga Negara Indonesia, tak terkecuali warga Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.

Bupati menyampaikan bahwa saat ini masih banyak perbedaan-perbedaan yang ada di Kabupaten Pekalongan yang kemudian menjadi konflik dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh sebab itu, menurutnya, penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Kabupaten Pekalongan.

"Saya yakin dengan pencanangan Kampung Pancasila ini menjadi contoh yang baik bahwa kita hidup berdampingan. Kalau kita rukun apapun bisa terwujud. Kalau kita tidak rukun toleransi kita tidak tinggi, tidak bisa hidup berdampingan apapun mau sehebat apapun tidak akan bisa terwujud." ujar Bupati.

Bupati berharap Pencanangan Kampung Pancasila membawa manfaat yang besar untuk kabupaten pekalongan. “Juga membuat kita semua lebih rukun, damai, dan membuat Kabupaten Pekalongan lebih hebat,." ungkap Bupati.
Selain itu pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan dukunganya terkait rencana Kampung Berdamai yang akan ada di Kabupaten Pekalongan. “Kampung Berdamai ini diharapkan dapat menjadi percontohan agar masalah yang ada di lingkungan masyarakat kabupaten pekalongan tidak selalu harus dibawa ke meja hijau tetapi dapat diselesaikan secara kekeluargaan sehingga Pekalongan menjadi kabupaten yang damai dan tentram,” harap Fadia.
Hidup Berdampingan.

Dandim 0710/ Pekalongan, Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, S.IP dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pancasila merupakan bagian pertahanan bangsa Indonesia. “Pancasila adalah ruh dan jiwa bangsa ini yang harus terus kita gunakan di. seluruh pelosok negeri ini. Kampung Pancasila ini merupakan sebagai wujud toleransi yang ada di wilayah Kodim 0710/ Pekalongan. Dengan adanya keragaman agama, suku dan ras yang ada, namun semua dapat hidup berdampingan,” tutur Dandim.

Desa Tanjungsari merupakan salah satu desa percontohan dipilih untuk dicanangkan sebagai Kampung Pancasila.

Menurut Dandim, dengan perkembangan teknologi dan perkembangan zaman, nasionalisme dalam diri warga negara, cenderung menurun. “TNI sudah mulai berfikir dan mengonsepkan. Kegiatan ini untuk meningkatkan nasionalisme di generasi bangsa, generasi penerus kita selanjutnya. Disamping itu juga, untuk menangkal faham radikalisme yang meracuni generasi muda kita,” terang Dandim.

Menurutnya, Pancasila sangat dalam artinya, oleh sebab itu, peresmian Kampung Pancasila tersebut bukan hanya seremonial belaka. “Namun setiap hari dan seterusnya, kampung ini akan menjadi pembinaan khusus dari kami, bagaimana bisa hidup berdampingan antara masyarakat yang berbeda agama, suku dan ras sebagai bukti keberhasilan pencanangan Kampung Pancasila ini,” ujar Dandim. 
 
Pencanangan Kampung Pancasila dihadiri Wakil Bupati Pekalongan, Kajari Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan, para camat dan jajaran Forkopimcam, para tokoh agama dan tokoh masyarakat, para kades, dan perwakilan dari BAZNAS Kabupaten Pekalongan serta masyarakat Desa Tanjungsari.*) Tim Prokompim Setda Kab. Pekalongan