Plt. Bupati Sukirman Resmi Membuka Kajen Career Expo 2026, Sediakan Ribuan Lowongan Kerja

Keterangan Gambar : Plt Bupati Sukirman Membuka Kajen Career Expo 2026


Plt. Bupati Sukirman Resmi Membuka Kajen Career Expo 2026, Sediakan Ribuan Lowongan Kerja

KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.H. secara resmi membuka Kajen Career Expo 2026 sekaligus meluncurkan program Rumah Siap Kerja Kajen di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Selasa (4/8/2026). 

Baca Juga : Pemkab Pekalongan dan BPSDMP Kemenhub Tandatangani MoU Pengembangan SDM Sektor Transportasi

Kajen Career Expo 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari yakni 4–5 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pencari kerja.

Dalam seremoni pembukaan, turut dilaksanakan peluncuran Rumah Siap Kerja Kajen sebagai pusat layanan ekosistem ketenagakerjaan terpadu di Kabupaten Pekalongan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga memberikan Ketenagakerjaan Award 2026 kepada sejumlah Bursa Kerja Khusus (BKK), perusahaan, dan mitra industri yang dinilai berkontribusi dalam penempatan tenaga kerja, pemberdayaan penyandang disabilitas, perlindungan pekerja rentan, hingga penerapan hubungan industrial yang harmonis.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan manfaat Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan melalui kontribusi dari kelompok BPD desa serta alokasi dari DBHCHT, penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan melalui program Kajen Keren, serta pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba konten kreatif Kajen Career Expo yang terbagi dalam kategori Aku Bekerja, Aku Bertumbuh, dan Aku Berkarya.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sukirman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, berbagai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong investasi telah memberikan optimisme bagi daerah untuk terus menurunkan angka pengangguran dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.

"Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Arahan yang disampaikan memberikan optimisme bagi kita semua untuk terus menurunkan angka pengangguran terbuka, mendorong anak-anak muda memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan kreativitas sehingga mampu menjadi insan terbaik di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Pekalongan," ujar Sukirman.

Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang aktif mempromosikan investasi ke berbagai daerah hingga ke luar negeri. Menurutnya, masuknya investasi akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan iklim ketenagakerjaan yang semakin sehat.

"Multiplier effect dari investasi ini akan menumbuh kembangkan iklim ketenagakerjaan yang sehat, kemudian perekonomiannya juga baik, dan seterusnya," katanya.

Sukirman menilai berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan patut diapresiasi, termasuk pemberian penghargaan kepada perusahaan, sekolah, serta para content creator yang dinilai mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya. Ia juga memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang telah berinvestasi di Kabupaten Pekalongan salah satunya PT Hardases Abadi Indonesia (HAI) di Bojong.

“PT. Hardases telah membuka kesempatan kerja, sebanyak 20.000 sekian atau 25.000 sekian yang dibutuhkan nantinya ke depan. Kemudian hari ini baru terisi sekitar 5.000 sekian yang baru terisi. Ini angka ini cukup signifikan sehingga Badan Pusat Statistik yang melakukan proses validasi data di Kabupaten Pekalongan kemudian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran kita di Kabupaten Pekalongan ini menurun cukup signifikan. Dari yang awalnya sekitar 3,29% menjadi 3,04%, sehingga penurunan ini memang cukup sangat luar biasa,” ujar Plt Bupati.

Selain PT Hardases, Sukirman juga mengapresiasi kontribusi Rumah Sakit Agung Sejati, Rumah Sakit Muhammadiyah, SMK Kesesi, serta sejumlah perusahaan lainnya yang telah berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penyediaan lapangan pekerjaan di Kabupaten Pekalongan.

Pada kesempatan tersebut, Sukirman mengajak para lulusan baru maupun pencari kerja untuk memanfaatkan Kajen Career Expo sebagai sarana memperoleh informasi lowongan kerja sekaligus mengikuti proses rekrutmen secara langsung.

"Yang perlu kita dorong sekarang adalah anak-anak kita, para fresh graduate, agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dengan melihat berbagai lowongan kerja yang tersedia dan mengikuti proses seleksi yang diselenggarakan perusahaan," tuturnya.

Sementara itu, Perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah Candra Yuliawan, A.Pt., M.Si., yang membacakan sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah mencapai 22,33 juta orang atau meningkat sekitar 455 ribu orang dibanding tahun sebelumnya. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja mencapai 73,90 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka berhasil turun menjadi 4,24 persen.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk menjaga iklim investasi yang kondusif dan kolaboratif dengan membuka kesempatan kerja dan berusaha bagi warga Jawa Tengah, serta mengembangkan pembiayaan pembangunan yang partisipatif, kolaboratif, dan terintegrasi untuk menuju Indonesia Emas 2045. Dengan meningkatnya investasi di Jawa Tengah setiap tahunnya, dan berbagai kemudahan layanan pelatihan, magang dalam dan luar negeri, informasi pasar kerja di Jawa Tengah, sebenarnya jumlah lowongan pekerjaan di Jawa Tengah sangat banyak. Dibanding dengan penganggur, banyak lowongan kerjanya,” jelasnya.

Namun demikian, ia menjelaskan masih terdapat tantangan berupa ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha (mismatch), baik secara vertikal maupun horizontal, termasuk adanya kesenjangan keterampilan (skill gap) dan perubahan karakter pencari kerja yang kini cenderung menginginkan fleksibilitas kerja.

"Kajen Career Expo 2026 menjadi salah satu ikhtiar nyata untuk memperpendek jarak dan menghilangkan keterbatasan akses, mempertemukan supply tenaga kerja dengan demand dunia usaha. Yang juga patut kita apresiasi, komitmen dalam menyediakan akses bagi pencari kerja penyandang disabilitas. Semangat inklusif seperti inilah yang perlu terus kita pelihara agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan yang layak," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, menjelaskan bahwa Kajen Career Expo 2026 diikuti oleh 28 perusahaan mitra industri dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, tekstil dan garmen, perbankan, administrasi, perdagangan, ritel, hingga teknologi informasi.

Menurutnya, hingga pelaksanaan kegiatan, tersedia 2.301 lowongan kerja yang mencakup 80 posisi jabatan bagi lulusan SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi.

"Kajen Career Expo 2026 dikemas melalui dua skema layanan, yakni skema rekrutmen dan job fair. Pada skema rekrutmen, sebanyak 13 perusahaan melaksanakan proses wawancara dan seleksi langsung di lokasi. Sedangkan melalui skema job fair, para pencari kerja dapat memperoleh informasi lowongan, berkonsultasi dengan perusahaan, serta menyerahkan lamaran secara langsung," jelas Siti Masruroh. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan