
Keterangan Gambar : Plt Bupati Memberikan Testimoni Best Practice Pengelolaan Mangrove Untuk Tingkatkan Ekonomi
Plt. Bupati Sukirman Menjadi Narasumber Simposium Mangrove dan Peluncuran Program NEK Mangrove di Un
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.H., menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Simposium Mangrove untuk Pemberdayaan Masyarakat sekaligus peluncuran Program Nilai Ekonomi Karbon (NEK) Mangrove yang digelar di Balai Sidang Universitas Indonesia, Kompleks Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Senin (10/08/2026).
Baca Juga : Plt. Bupati Sukirman Lantik 40 Pejabat Fungsional
Pada kesempatan tersebut Sukirman memaparkan materi “Praktik Baik (Best Practice) Pengelolaan Mangrove Daerah yang Memadukan Pelestarian dengan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir” Bersama narsumber lainnya seperti Prof. H. Emil Salim, S.E., M.A., Ph.D. - Guru Besar FEB UI dan Tokoh Pelopor Kebijakan Lingkungan Hidup, Sigit Puji Santosa - Chief Technology Officer Danantara Development Management Fund, Rajendra Aryal - Representative FAO, dan Hasna Wihdatun Nikmah - Natural Resources Management Specialist, World Bank.
Dalam paparannya, Sukirman menyampaikan secara detail pengelolaan mangrove di Kabupaten Pekalongan, dan langsung mendapatkan apresiasi serta respon positif, diantaranya dari Deputi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Pekalongan yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam mengoptimalkan nilai ekonomi karbon dari ekosistem mangrove.
Ia bahkan menyebut Kabupaten Pekalongan berpeluang menjadi pilot project sekaligus trendsetter bagi daerah-daerah lain di sepanjang Pantai Utara Jawa (Pantura). “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Pekalongan yang tadi sudah menjadi leader untuk deklarasi komitmen bagaimana mengoptimalkan nilai ekonomi karbon dari mangrove,” ujar Abdul Haris.
Kabupaten Pekalongan akan didorong menjadi daerah percontohan dalam pengembangan program tersebut. Harapannya, praktik yang dikembangkan di Pekalongan nantinya dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lain di kawasan Pantura.
“Ke depannya, kami juga akan menjadikan Kabupaten Pekalongan ini menjadi pilot project dan juga sebagai contoh trendsetter untuk semua pemerintah daerah di sepanjang Pantai Utara Jawa,” ungkapnya.
Abdul Haris berharap program tersebut dapat segera diwujudkan sehingga potensi sumber daya yang selama ini belum tergarap secara optimal dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan.
“Mudah-mudahan rencana bagus ini bisa terus kita nyalakan agar upaya pemberdayaan masyarakat melalui sumber daya yang selama ini belum tergarap dengan baik benar-benar bisa kita optimalkan untuk kesejahteraan saudara-saudara kita yang masih di bawah garis kemiskinan,” tuturnya.
Terkait waktu pelaksanaan, Abdul Haris menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan terus mendorong dan membantu Pemkab Pekalongan, dengan target awal pelaksanaan dapat dimulai pada September 2026, menyesuaikan dengan kesiapan daerah.
Beberapa arahan juga disampaikan oleh Prof. Abdul Haris, diantaranya agar Pemkab Pekalongan segera melakukan pemetaan (mapping) terhadap potensi kawasan mangrove yang akan menjadi langkah awal untuk membangun kawasan mangrove yang tidak hanya berorientasi pada kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Diungkapkan Sukirman bahwa, berbagai rekomendasi yang muncul dalam simposium nasional tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut Bersama, karena menurutnya, optimalisasi mangrove dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mendapat dorongan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat untuk mengoptimalkan potensi ekosistem mangrove sebagai sumber pemberdayaan masyarakat sekaligus peningkatan nilai ekonomi karbon, Banyak sekali rekomendasi yang muncul dalam simposium nasional ini yang akan kita tindak lanjuti bersama,” tegasnya.
Dalam Simposium tersebut, Plt. Bupati Pekalongan bersama Plt. Bupati Pemalang dan Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, juga mengikuti Deklarasi Dukungan Kepala Daerah dan Peluncuran Program Nilai Ekonomi Karbon Mangrove.*Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
