
Keterangan Gambar : Plt Bupati Pekalongan Mengukuhkan DPC IPeKB
Plt. Bupati Sukirman Kukuhkan DPC IPeKB Periode 2026-2031
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., bersama Kepala Perwakilan KemendukBangga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, M.M., mengukuhkan Pengurus Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Kabupaten Pekalongan Periode 2026-2031 di Pendopo Wakil Bupati Pekalongan, Kamis (10/9/2026).
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan DPC IPeKB menjadi tambahan kekuatan bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam membangun keluarga dan menciptakan generasi yang Tangguh, “Saya menyampaikan selamat atas pengukuhan pada siang hari ini. Semakin melengkapi komponen ataupun perangkat dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas generasi muda pada masa yang akan datang,” ujarnya.
Menurutnya, upaya membangun generasi berkualitas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan pernikahan, pembinaan keluarga, masa kehamilan hingga kelahiran. Karena itu, program penurunan stunting, keluarga berencana, serta pencegahan pernikahan dini perlu dilakukan secara bersama, sama, “Karena keluarga yang terencana itu akan memutus mata rantai kemiskinan, memutus munculnya angka pengangguran, dan menciptakan generasi yang tangguh. Problem-problem stunting dan seterusnya harus kita mulai pada hari ini,” kata Sukirman.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para penyuluh KB dalam mendukung penurunan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, kerja penyuluh yang bersinergi dengan berbagai komponen telah memberikan kontribusi terhadap capaian daerah dalam penanganan stunting, “Pada tahun 2025, Kabupaten Pekalongan tercatat sebagai salah satu kabupaten terbaik di Jawa Tengah dalam hal prevalensi stunting atau angka penurunan stunting. Saya yakin ini atas kerja keras Bapak Ibu sekalian para penyuluh yang bersatu padu dengan segenap komponen lainnya,” ungkapnya.
Sukirman menegaskan, ke depan sinergi IpeKB perlu terus diperkuat dengan melibatkan berbagai unsur organisasi wanita di Kabupaten Pekalongan, “Memang berat tugas Bapak, Ibu sekalian karena karena 27 pengurus untuk mengoordinir 19 kecamatan dengan 285 desa, ini memang sesuatu hal yang sangat berat. Tetapi sekali lagi, kita akan segera mengkonsolidasikan dengan berbagai komponen yang ada, perangkat yang ada, di antaranya adalah Duta Genre, lalu kemudian PKK, Dharma Wanita, Dasawisma, dan seterusnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan KemendukBangga/BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ir. Rusman Efendi, M.M., mengatakan pengukuhan pengurus DPC IPeKB bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian penting dalam memperkuat organisasi dan mendukung keberhasilan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana, “Momentum ini merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang semakin solid, profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap keberhasilan program Bangga Kencana,” ujarnya.
Menurut Rusman, IPeKB memiliki posisi strategis karena beranggotakan para penyuluh dan petugas yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, IPeKB diharapkan tidak hanya menjadi wadah profesi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menggerakkan pembangunan keluarga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ketua DPD IPeKB Provinsi Jawa Tengah, Wahyu Dhayat, M.S.KM., M.A.P., menyampaikan selamat kepada Ketua DPC IPeKB Kabupaten Pekalongan, Mirza Achmad, S.Sos., yang kembali dipercaya memimpin organisasi untuk periode kedua.
Ia berharap IPeKB Kabupaten Pekalongan semakin berkembang melalui penguatan pemetaan, penjajakan, pemerataan, dan konsolidasi, “Ketika ini dilakukan pemetaan yang baik, dilakukan penjajakan yang baik, dilakukan pemerataan penyuluh KB yang baik dalam tugasnya, insyaallah dikuatkan dengan konsolidasi, IPeKB Kabupaten Pekalongan ini dapat berjalan dengan lebih tangguh dan harmonis,” katanya.
Ketua DPC IPeKB Kabupaten Pekalongan, Mirza Achmad, S.Sos., mengatakan pihaknya siap memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menjalankan program pembangunan keluarga di Kabupaten Pekalongan, “Dengan kepengurusan yang baru ini sekaligus memohon dukungan, arahan, dan bimbingan nanti dari Pak Plt. Bupati, juga dari Pak Kepala Perwakilan agar program yang kita laksanakan dari pusat sampai ke daerah bisa sinergi, bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Mirza menyebutkan, DPC IPeKB Kabupaten Pekalongan saat ini memiliki 27 anggota yang mengampu 285 desa di 19 kecamatan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri sehingga diperlukan kolaborasi dengan pemerintah, kader, serta berbagai lintas sektor, “Ini bukan tugas yang mudah, ini juga bukan tugas yang ringan, tapi perlu dukungan dan kerja sama yang luar biasa dari pemangku kebijakan di tingkat kabupaten maupun provinsi sampai ke tingkat pusat, kecamatan dan desa,” katanya.
Ia menjelaskan, penyuluh KB saat ini tidak hanya menjalankan pelayanan program KB, tetapi juga terlibat dalam berbagai program pembangunan keluarga, termasuk mendukung pelaksanaan program MBG 3B melalui penyediaan data, pendampingan, koordinasi, dan pemantauan sasaran, “Pembangunan itu harus dimulai dari unit terkecil yang ada di masyarakat, yaitu keluarga. Apabila keluarganya baik, otomatis masyarakatnya akan menjadi baik, kabupatennya akan menjadi baik, dan Indonesia akan menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.
