
Keterangan Gambar : Plt Bupati Sukirman Mitna Masyarakat Dukung Pemkab Pekalongan
Momentum Tasyakuran Masjid, Sukirman Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Daerah
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, menghadiri acara Pengajian dan Tasyakuran Renovasi Masjid Jamiul Huda di Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Senin (08/06/2026) siang.
Acara tersebut juga diisi tausiah oleh KH Syukri Maulana dari Blado dan Gus Muwafiq dari Jogjakarta, serta dihadiri para ulama, Forkopimcam Bojong, Kepala Desa Sumurjomblangbogo, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.
Kegiatan ini menjadi momentum syukur atas selesainya renovasi besar Masjid Jamiul Huda yang dibangun secara gotong royong selama kurang lebih lima tahun, sejak 2021 hingga 2026, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp.4,5 miliar.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Sukirman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas peresmian masjid yang dinilainya megah dan dibangun dengan semangat kebersamaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan umat.
“Masjid ini tidak hanya sebagai sarana ibadah, tetapi juga sebagai tempat dakwah, pengajian, dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga dengan berdirinya masjid ini, ibadah kita semakin meningkat dan mendapat keberkahan dari Allah SWT,” ujar Sukirman.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga memaparkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Pekalongan, khususnya terkait infrastruktur jalan yang menjadi keluhan utama masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan evaluasi dan efisiensi anggaran, termasuk pengalihan rencana pembangunan gedung DPRD untuk dialokasikan pada perbaikan jalan.
“Duit yang semula direncanakan untuk pembangunan gedung DPRD kita alihkan untuk pembangunan jalan. Ini bentuk komitmen kami agar akses masyarakat menjadi lebih baik, aman, dan nyaman,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah ruas jalan di wilayah Karangdadap, Tirto, hingga Kandangserang masih membutuhkan perbaikan. Pemerintah menargetkan perbaikan bertahap mulai 2026, dengan fokus besar pada tahun 2027 yang disebut sebagai “tahun infrastruktur” Kabupaten Pekalongan.
Selain infrastruktur, Sukirman menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap memprioritaskan sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM. Ia juga menyampaikan capaian positif Kabupaten Pekalongan dalam penurunan angka stunting yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di Jawa Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Alhamdulillah, Kabupaten Pekalongan tercatat sebagai daerah terbaik dalam penurunan angka stunting di Jawa Tengah. Ini berkat kerjasama semua pihak, termasuk masyarakat, pesantren, dan madrasah,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Sukirman meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar dirinya bersama jajaran pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat terus menjalankan amanah pembangunan dengan baik serta meningkatkan kepercayaan publik.
“Kami mohon doa restu dan dukungan. Saya diwajibkan untuk mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat terhadap proses perjalanan pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan, dan melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan maksimal,” pungkasnya.
Sementara itu, Gus Muwafiq dalam tausiahnya menekankan bahwa manusia adalah makhluk paling mulia di antara ciptaan Allah SWT.
“Manusia itu makhluk yang paling menang di dunia. Gajah sebesar apa pun, harimau sekuat apa pun, tetap kalah oleh manusia karena akal dan kehendak yang diberikan Allah,” ungkapnya.
Ia mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat sebagai manusia dan menggunakan potensi akal serta hati untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.
Kepala Desa Sumurjomblangbogo, Sunaryo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah bergotong-royong menyukseskan pembangunan masjid. Ia juga mengapresiasi para donatur dan pihak swasta, yang turut berkontribusi dalam pembangunan masjid.
"Terima kasih kepada seluruh warga yang telah guyub rukun, saling membantu sehingga pembangunan masjid ini dapat terlaksana dengan baik dan megah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Renovasi Masjid, Ustadz Akhmad Muslih, menjelaskan bahwa pembangunan masjid menempuh proses panjang selama lima tahun dengan semangat kebersamaan masyarakat, “Alhamdulillah pembangunan selesai dengan biaya sekitar Rp.4,5 miliar. Ini hasil kekompakan masyarakat, donatur, dan semua pihak,” katanya.
Ia berharap Masjid Jamiul Huda dapat menjadi pusat ibadah dan kegiatan sosial yang membawa manfaat luas bagi masyarakat. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
