
Keterangan Gambar : Plt Bupati Mengikuti Rapat Terkait Kopdes Merah Putih
Plt. Bupati Pekalongan Pastikan Dukungan Penuh, Progres KDKMP Kabupaten Pekalongan Terus Dikebut
Kajen – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut disampaikan usai mengikuti Rapat Monitoring Progres dan Permasalahan KDKMP yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Jum'at (10/04/2026).
Sukirman mengungkapkan, perkembangan terbaru KDKMP di Kabupaten Pekalongan menunjukkan progres yang cukup signifikan. Meski demikian, masih terdapat sejumlah target yang harus segera dipenuhi oleh seluruh pihak terkait. “Perkembangannya cukup signifikan, namun memang ada beberapa target yang harus kita capai bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program ini, Dandim 0710/Pekalongan berperan sebagai leading sektor, khususnya dalam upaya penyediaan lahan. "Beberapa lahan yang memang harus kita penuhi. Di antaranya adalah milik desa, milik kabupaten, dan juga milik Perhutani," ungkapnya.
Menurut Sukirman, sejumlah kendala masih ditemukan di lapangan, seperti kebutuhan pengurukan tanah serta proses perizinan, khususnya untuk lahan Perhutani yang masih terdapat banyak pohon. “Lahan Perhutani ini kita coba lagi kita hitung karena lahan-lahan tersebut masih ada pohon-pohon yang memang terpaksa kita harus tebang. Otomatis ini membutuhkan anggaran,” jelasnya.
Sukirman menegaskan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, siap memberikan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi, pembentukan tim, maupun penganggaran untuk KDKMP. Anggaran tersebut akan difokuskan pada kebutuhan teknis di lapangan seperti pengurukan tanah dan pengecekan lahan. “100 persen kita dukung, baik dari sisi regulasi, tim yang sudah lama kita bentuk, hingga anggaran,” tegas Sukirman.
Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang menyampaikan bahwa secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 35.000 KDKMP hingga Juli 2026.
Untuk Kabupaten Pekalongan sendiri, ditargetkan sebanyak kurang lebih 200 titik harus terbangun. Namun hingga saat ini, masih terdapat kekurangan sekitar 68 lokasi yang perlu segera dipenuhi.
"Pak Plt. Bupati beserta kepala dinas terkait sudah sangat mendukung untuk mencari, memetakan lahan-lahan yang kurang. Tadi sudah kita saksikan bersama, sudah ada beberapa lahan yang dipaparkan tadi untuk memenuhi kekurangan lahan," jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa kendala utama di lapangan relatif seragam, yakni kebutuhan pengurukan (cut and fill) serta proses perizinan lahan, terutama yang berada di bawah kewenangan Perhutani. "Ini sudah di lapangan hampir semua sama, Kodim atau wilayah sama, semua wilayah juga sama kendalanya yakni pengurukan dan ada menggunakan proses perizinan, yaitu perizinan dari Perhutani. Kami menunggu proses Perhutani, perizinan, sambil menyesuaikan dari regulasi yang ada dari Perhutani, " katanya.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis target yang ditetapkan dapat tercapai tepat waktu. “Optimis. Dari hasil rapat tadi semua sudah mendukung. Dan kami dengan Pak Plt. Bupati bersama jajaran langsung memetakan lahan-lahan yang masih belum ada. Kami mapping dan tentunya untuk mendukung nanti di Juli 2026 secara nasional 35.000 terbangun,” pungkasnya. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
