
Keterangan Gambar : Plt Bupati Pekalongan Nobar Piala Dunia 2026
Pemkab Pekalongan Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Sukirman: Dorong UMKM dan Semarakkan Ekonomi
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, bersama unsur Forkopimda dan para Kepala Perangkat Daerah serta ratusan warga Kajen nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan di boulevard kawasan Alun-Alun Kajen, Minggu (21/6/2026) dini hari.
Baca Juga : Plt. Bupati Pekalongan Resmi Buka Grand Final, Fatkhul Yaqin dan Syafina Gunawan Terpilih
Dalam kegiatan tersebut, Plt. Bupati Sukirman bersama masyarakat menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Belanda melawan Swedia yang berakhir dengan kemenangan telak Belanda dengan skor 5-1.
Di sela kegiatan nobar, Sukirman menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia untuk memanfaatkan momentum Piala Dunia sebagai sarana menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
"Jadi ini sebenarnya melaksanakan instruksinya Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto. Kita harus menggelar nonton bareng Piala Dunia untuk menumbuhkembangkan UKM-UKM di sekitar kita," ujar Sukirman.
Menurutnya, Alun-Alun Kajen dipilih sebagai lokasi perdana penyelenggaraan nobar karena menjadi pusat keramaian masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan kembali digelar pada pertandingan-pertandingan berikutnya. "Ini permulaan. Ke depan pasti kita akan gelar lagi," tambahnya.
Sukirman meyakini kegiatan nobar dapat memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha kecil. Kehadiran para pecinta sepak bola dan masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan diyakini akan meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara. “Anak-anak muda, para penggemar sepak bola, tentu akan semakin semarak. Dan pasti para pedagang kaki lima akan berdatangan menuju titik lokasi kita adakan nobar ini," katanya.
Terkait rencana pelaksanaan nobar selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menyesuaikan jadwal dengan waktu pertandingan yang dinilai paling memungkinkan untuk dihadiri masyarakat. "Kita ambil titik-titik tertentu dan jam-jam tertentu, misalnya pertandingan yang berlangsung sekitar pukul 12 malam, pukul 23.00, atau pada hari-hari libur seperti Minggu. Karena ada juga pertandingan yang tayang pukul 09.00 dan 11.00 pagi," jelasnya.
Selain itu, Sukirman juga memberikan penjelasan mengenai ketentuan perizinan bagi masyarakat maupun komunitas yang ingin menggelar nobar secara mandiri. "Saya kira kalau komersil di kafe-kafe itu memang harus izin ke TVRI sebagai pemegang hak siar. Kan sudah ada petunjuknya tuh. Tapi kalau warga, saya kira enggak masalah. Pemerintah Kabupaten juga hanya memberi tahu. Dan ini yang kita nikmati pada malam hari ini," ungkapnya sambil menunjukan ubi dan jagung sebagai hidangan selama nobar tersebut.
Kegiatan nobar yang berlangsung di Alun-Alun Kajen tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain menjadi ajang hiburan bagi pecinta sepak bola, kegiatan itu juga diharapkan mampu menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas para pedagang dan pelaku UMKM di sekitar lokasi acara. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
