Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 Digelar, Galuh Kirana Dilantik sebagai Bunda Literasi

Keterangan Gambar : Galuh Kirana Menyampaikan Pidato Selamat Datang


Festival Literasi Kabupaten Pekalongan 2026 Digelar, Galuh Kirana Dilantik sebagai Bunda Literasi

KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan resmi membuka Festival Literasi Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 yang digelar di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, Kajen, Kamis (20/08/2026). 

Baca Juga : Karnaval Wonopringgo Tampilkan Kreativitas dan Kerukunan, Plt. Bupati Pekalongan Apresiasi Semangat

Kegiatan pembukaan Festival Literasi juga dirangkai dengan pelantikan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan diwakili Asisten Administrasi Umum, Ari Liani. Selain itu, dilakukan pula pelantikan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan oleh Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan.  Acara juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang lomba video konten literasi dan  Lomba Pembuatan Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan

Mewakili Plt. Bupati Pekalongan, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Pekalongan, Ari Liani, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah beserta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Festival Literasi, “Kami mengucapkan selamat datang kepada Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Ibu Nawal Nur Arafah Yasin, M.Si. Matur nuwun Ibu, di tengah-tengah kesibukan Ibu masih berkenan untuk menyempatkan diri datang di tengah-tengah kita semua,” ujarnya.

Ari menyebutkan, selama pelaksanaan festival akan digelar berbagai kegiatan, antara lain Gelar Wicara Literasi Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), Gelar Wicara Literasi Digital, Bimbingan Teknis Dongeng, Mendongeng dan Read Aloud, Bedah Buku, Pelatihan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), pentas seni, serta pameran buku, arsip, dan naskah kuno.

Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Nur Arafah Yasin, M.Si., dalam sambutannya menyoroti kondisi indeks literasi di Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan data yang disampaikannya, Kabupaten Pekalongan masih menghadapi pekerjaan rumah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM). Ia pun mendorong seluruh pihak untuk menjadikan data tersebut sebagai bahan evaluasi dan dasar menyusun langkah bersama, “Ini bukan hanya berbicara tentang bagaimana kita menggerakkan gerakan untuk senang membaca saja. Tetapi justru kebanyakan itu terjebak pada pengisian formulir yang kemudian banyak tidak diisi,” ungkapnya.

Nawal juga mendorong adanya bimbingan teknis bagi sekolah-sekolah terkait pengisian data IPLM sehingga proses pengukuran dapat dilakukan secara lebih optimal.

Selain itu, ia menyoroti keberadaan perpustakaan desa di Kabupaten Pekalongan. Dari 285 desa/kelurahan, baru 183 desa/kelurahan yang tercatat memiliki perpustakaan desa. Dari jumlah tersebut, baru 11 perpustakaan desa yang telah terakreditasi. Menurut Nawal, kondisi tersebut menunjukkan masih terbuka ruang yang luas untuk memperkuat infrastruktur dan layanan literasi di tingkat desa. Ia menawarkan pemanfaatan Posyandu sebagai salah satu ruang alternatif untuk menghadirkan layanan literasi masyarakat, khususnya di wilayah yang belum memiliki perpustakaan desa, “Kalau misalnya perpustakaan desa di 102 desa yang ada di Pekalongan ini belum bisa terinisiasi, mungkin bisa menitipkan saja pojok buku ini di Posyandu yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pojok baca di Posyandu dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem literasi sekaligus mendukung layanan pendidikan anak usia dini.

Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan, Galuh Kirana Dwi Areni, mengatakan pelantikan Bunda Literasi Kecamatan merupakan bagian dari upaya membangun gerakan literasi secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga nantinya tingkat desa, “Alhamdulillah hari ini kami juga mengadakan pelantikan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan. Amanah tersebut memang berjenjang, dari Provinsi Jawa Tengah yang dipegang oleh Ibu Hj. Nawal Nur Arafah Yasin, kemudian ke kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Dari kabupaten/kota kemudian melantik Bunda Literasi Kecamatan, dan nantinya diharapkan dilanjutkan sampai tingkat desa,” ujar Galuh.

Lebih lanjut, Galuh mengungkapkan, berdasarkan capaian tahun 2023, Kabupaten Pekalongan masih menghadapi tantangan dalam peningkatan IPLM dan Tingkat TGM, “Tahun 2023 kita masih mendapatkan predikat yang, mohon maaf, peringkat dua terendah untuk IPLM dan satu terendah untuk TGM. Jadi ini yang harus terus kami kolaborasikan. Tidak bisa dilakukan hanya dari satu level saja, tetapi harus berjenjang sampai ke tingkat desa untuk meningkatkan IPLM dan TGM tersebut,” jelasnya.

Galuh juga menegaskan, peningkatan literasi tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar kenaikan angka indeks. Lebih dari itu, pihaknya ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa kemampuan literasi merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari, “Tujuan utamanya pelantikan tadi karena tingkat IPLM kita masih rendah dan juga tingkat TGM kita masih rendah. Tetapi sebenarnya tidak hanya sekadar angka. Kita harapkan literasi itu tidak hanya sekadar angka IPLM dan TGM meningkat, tetapi sebisa mungkin menjadi dasar bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan supaya sadar literasi, melek literasi,” katanya.

Ia menjelaskan, literasi memiliki cakupan yang luas dan berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara tepat, “Literasi itu memang dibutuhkan dalam segala bidang, apapun: sosial, ekonomi, politik, digital. Kalau kita tidak melek literasi, kita akan kesulitan dalam kehidupan kita. Kita harus mengubah mindset masyarakat bahwa kita harus benar-benar melek literasi dan sadar literasi,” tutur Galuh.

Dukungan pemerintah daerah juga diharapkan terus mengalir agar gerakan literasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Galuh mengajak seluruh Bunda Literasi yang telah dilantik untuk bersama-sama mengambil peran dalam meningkatkan kesadaran literasi masyarakat, “Di pundak beliau-beliau yang tadi sudah dilantik, mari bersama-sama kita melek literasi yang ujung-ujungnya nanti bisa untuk mencerdaskan kehidupan generasi kita,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan, Indria Widyawati, mengatakan Festival Literasi Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun masyarakat yang memiliki budaya membaca, mampu mengakses dan mengolah informasi, serta terampil memanfaatkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Festival tahun ini mengangkat tema Menyalakan Aksara, Menggerakkan Masa Depan, “Tema tersebut memiliki makna bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan pintu masuk untuk membuka wawasan, membangun kreativitas, meningkatkan kompetensi, serta menciptakan masyarakat yang mampu menghadapi perubahan dan tantangan zaman,” jelasnya.

Indria mengatakan berbagai kegiatan yang digelar selama festival dirancang sebagai ruang belajar, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan masyarakat, “Kami menyadari bahwa membangun budaya literasi bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, keluarga, sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan, komunitas, media, dunia usaha, hingga masyarakat,” tuturnya. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan