
Keterangan Gambar : Bupati Fadia Meninjau Kondisi Banjir
Bupati Fadia Tinjau Langsung Pengungsian dan Lokasi Banjir di Kecamatan Tirto
KAJEN - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di wilayah Kecamatan Tirto, belum lama ini.
Baca Juga : Bupati Fadia Buka Forum Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027, Tekankan Skala Prioritas Pembangunan
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi para pengungsi serta penanganan banjir berjalan dengan baik.
Dalam kunjungannya, Bupati Fadia terlebih dahulu meninjau pengungsi warga Desa Samborejo yang berada di gedung serbaguna desa setempat. Selanjutnya, Bupati melanjutkan peninjauan ke lokasi pengungsian warga di Masjid Jami Al Ikhsan Desa Pacar dan pengungsian di mushola PT. Dupantex, serta meninjau langsung kondisi banjir di Desa Pacar.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyempatkan berdialog dengan warga terdampak sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi, seperti logistik, kesehatan, dan kenyamanan tempat tinggal sementara, dapat terpenuhi.
Kepada wartawan, Bupati Fadia menyampaikan bahwa banjir yang terjadi berdampak di beberapa kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Pemerintah Kabupaten Pekalongan, menurutnya, telah menyiapkan sejumlah rumah pompa besar yang saat ini sudah berfungsi untuk membantu penanganan banjir.
“Nah, hari ini kita melihat memang ada beberapa daerah di Kabupaten Pekalongan di beberapa kecamatan yang terkena dampak banjir. Sebenarnya kami juga sudah menyiapkan rumah-rumah pompa besar yang sudah berfungsi,” ujar Bupati.
Namun demikian, Bupati menjelaskan bahwa kondisi geografis wilayah yang saling berdampingan menyebabkan aliran air dari daerah lain juga masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan, sehingga memperlambat proses surutnya banjir.
“Kita harus mengakui bahwa Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan itu berdampingan, bersebelahan. Jadi pelimpahan air dari daerah lain juga masuk ke Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa situasi ini tidak untuk saling menyalahkan, melainkan perlu disikapi dengan kerja sama antar daerah.
“Kita tidak bisa menyalahkan daerah sebelah kita juga. Ini adalah bencana dari Allah. Kita bersebelahan, berdampingan, bersaudara, sehingga harus sama-sama saling bantu-membantu,” ungkapnya.
Ke depan, Bupati menyatakan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan daerah sekitar serta merencanakan penambahan rumah pompa guna mempercepat proses penyedotan air.
“Nanti insya Allah kita akan rapatkan kembali bagaimana untuk menambah beberapa rumah pompa lagi, sehingga penyedotannya bisa lebih cepat dan persoalan banjir ini segera selesai,” imbuhnya.
Terkait penetapan status tanggap darurat banjir di Kabupaten Pekalongan, Bupati menyampaikan bahwa hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah.
“Untuk status tanggap darurat Kabupaten Pekalongan, nanti harus saya rapatkan dulu bersama Pak Wakil Bupati dan Pak Sekda,” pungkasnya. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
Baca Juga : Pastikan Kondisi Korban Banjir, Bupati Fadia Tinjau Dapur Umum di Gudang Sukun Tirto
