Plt. Bupati Sukirman Tekankan Pesantren Berperan Besar Tingkatkan Pendidikan dan Turunkan Angka Anak

Keterangan Gambar : Plt Bupati Pekalongan Menyampaikan Sambutan Dihadapan Masyarakat Desa Gejlig


Plt. Bupati Sukirman Tekankan Pesantren Berperan Besar Tingkatkan Pendidikan dan Turunkan Angka Anak

Kajen – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, menegaskan bahwa keberadaan pondok pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Al-Utsmani di Desa Gejlik, Kajen, Minggu (28/6/2026).

Acara yang dihadiri ribuan santri dan masyarakat tersebut menghadirkan penceramah K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dari Magelang Jawa Tengah dan KH. Agus Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam) dari Blitar Jawa Timur.

Acara turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, Kapolres Pekalongan AKBP Rahmad C. Yusuf, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pekalongan K.H. Baihaqi Anwar, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslih Khudlori, tokoh masyarakat Asip Qolbihi, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Abdul Hamid, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sukirman menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Al-Utsmani di bawah kepemimpinan KH. Ahmad Shohibul Ulum Minafiah (Gus Shohib) yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Pekalongan.

"Kami mengucapkan terima kasih, khususnya kepada Pondok Pesantren Al-Utsmani di bawah kepemimpinan Gus Shohib. Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat berterima kasih karena dengan adanya pondok-pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan, angka pendidikan kita sangat baik di tingkat Provinsi Jawa Tengah," ujarnya.

Menurut Sukirman, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan keagamaan telah berdampak positif terhadap menurunnya angka anak yang tidak bersekolah setiap tahunnya. Ia menyebut, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan terus meningkat, terutama pendidikan berbasis agama yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, moral, etika, dan akidah generasi muda.

"Angka anak yang tidak sekolah setiap tahun turun drastis. Hal ini menunjukkan bahwa kita memiliki kesadaran bersama bahwa pendidikan adalah bekal utama bagi perkembangan anak-anak kita. Terlebih pendidikan keagamaan yang membentuk etika, moral, dan akidah mereka," katanya.

Sukirman menambahkan, keberadaan pondok pesantren telah banyak membantu pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah merasa berkewajiban untuk terus meningkatkan pelayanan di sektor lainnya, terutama pembangunan infrastruktur.

"Kalau urusan pendidikan sudah banyak dibantu oleh pondok pesantren, maka Pemerintah Kabupaten Pekalongan harus memikirkan hal-hal lainnya, salah satunya memperbaiki infrastruktur jalan," ungkapnya.

Di hadapan ribuan pengunjung, Sukirman mengakui masih banyak ruas jalan di Kabupaten Pekalongan yang mengalami kerusakan. Ia pun memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan program perbaikan jalan secara bertahap mulai tahun 2026.

"Memang masih banyak jalan yang rusak. Saya sudah berulang kali menyampaikan bahwa tahun 2026 ini ruas-ruas jalan di Kabupaten Pekalongan mulai kita cicil untuk diperbaiki. Tidak main-main, perbaikannya menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat dan tahan lama," tegasnya.

Plt. Bupati Pekalongan juga memastikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan akan terus berlanjut pada tahun 2027 sebagai salah satu prioritas utama pemerintah daerah. "Insya Allah tahun 2027 nanti kita akan berkonsentrasi penuh untuk melanjutkan perbaikan jalan di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan