Bupati Fadia Arafiq Bersama Forkopimda Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

Keterangan Gambar : Bupati Fadia Bersama Forkopimda Menghadiri Rakornas di Bogor


Bupati Fadia Arafiq Bersama Forkopimda Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

Kajen – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, bersama Forkopimda Kabupaten Pekalongan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Baca Juga : Pemkab Pekalongan Dukung Rangkaian Kegiatan IKA ILPEM FISIP UNDIP, Dorong Kolaborasi Pengabdian

Rakornas tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan ini juga diikuti Menteri Dalam Negeri selaku penyelenggara, Jenderal Polisi (Purn.) Muhammad Tito Karnavian, para menteri koordinator, para menteri, kepala lembaga, Jaksa Agung, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, para penasihat khusus presiden, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Ketua KPK, wakil menteri, wakil kepala badan, serta seluruh anggota Kabinet Merah Putih.

Rakornas turut dihadiri para gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, wakil wali kota, pimpinan DPRD provinsi dan kabupaten/kota, pejabat eselon I kementerian/lembaga, para panglima dan komandan TNI, kapolda, kajati, kabinda, kapolres, kajari, kepala BPS tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta tamu undangan dan insan pers dari seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa permasalahan sampah menjadi salah satu persoalan paling krusial yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. Ia mengungkapkan bahwa hampir seluruh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan akan mengalami over capacity pada tahun 2028, bahkan berpotensi lebih cepat. “Masalah bangsa ini sekarang yang sangat krusial adalah masalah sampah. Diproyeksikan hampir semua TPA sampah akan mengalami over capacity pada tahun 2028, bahkan bisa lebih cepat,” tegas Presiden Prabowo.

Sebagai langkah konkret, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah akan membuka 34 proyek pembangunan fasilitas waste to energy di 34 kota di Indonesia pada tahun ini. “Tahun ini kita akan buka 34 proyek waste to energy di 34 kota. Saya minta groundbreaking dilaksanakan dalam beberapa bulan ini. Kita perkirakan dua tahun lagi sudah berfungsi. Total investasinya hampir 3,5 miliar dolar AS untuk 34 titik,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta tidak boleh ditunda demi kepentingan rakyat. “Penyelesaian masalah sampah perlu kerja sama pemerintah pusat dan daerah, tapi kita tidak boleh menunggu. Bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden mengajak seluruh kepala daerah untuk menggerakkan masyarakat, termasuk melibatkan pelajar, TNI, Polri, BUMN, dan aparatur sipil negara dalam kegiatan kebersihan lingkungan secara rutin. “Ini pantai kita, ini halaman kita. Ayo kita bersihkan ramai-ramai, korvei. Tidak ada salahnya. Semua harus bergerak. Kita harus menyatakan perang terhadap sampah,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga memperkenalkan rencana Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang akan segera diluncurkan. Salah satu fokus gerakan ini adalah penataan lingkungan dan keindahan kota hingga desa.

Selain itu, Presiden menekankan terkait kondisi lingkungan permukiman yang dinilai kurang indah akibat penggunaan atap seng yang berlebihan. Ia mendorong program “gentengisasi” sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan estetis. Program tersebut nantinya akan didukung melalui koperasi-koperasi Merah Putih yang dilengkapi dengan fasilitas pabrik genteng.

Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah pusat siap mendukung daerah yang berkomitmen menjadikan wilayahnya lebih bersih, sehat, dan indah.

“Bupati dan wali kota yang mau kotanya indah, ayo bersama kita. Bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah. Indonesia harus indah, rakyat kita harus bahagia,” pungkas Presiden Prabowo. 

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, usai mengikuti rakornas menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk bergerak cepat dan seirama dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional. “Saya bersama Forkopimda hadir dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyukseskan pembangunan nasional,” ujarnya.

Bupati Fadia menuturkan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia cukup jelas bahwa seluruh program prioritas nasional harus dikawal dan dilaksanakan secara bersama-sama, selaras, dan berkesinambungan oleh pemerintah pusat maupun daerah. 

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyatakan komitmen penuh untuk bergerak cepat dan seirama dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan