
Keterangan Gambar : Plt Bupati Pekalongan Bersinergi dengan Jajaran Kepengurusan Baru MUI Pekalongan
Plt. Bupati Sukirman Apresiasi Komitmen MUI Dalam Pembangunan Umat Berkelanjutan
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menghadiri Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pekalongan Masa Khidmah 2025–2030 di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Minggu (26/04/2026) pagi.
Baca Juga : Lepas Calon Jamaah Haji, Plt Bupati Sukirman Harap Fokus Ibadah dan Tinggalkan Urusan Duniawi
Dalam sambutannya, Sukirman menyampaikan rasa syukur atas eksistensi MUI Kabupaten Pekalongan yang dinilai terus aktif dan berkembang. Menurutnya, reorganisasi kepengurusan hingga pelantikan tersebut menjadi bukti bahwa organisasi tetap sehat dan berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Ini menunjukkan MUI terus tumbuh, terus beraktivitas, dan berkomitmen memberikan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tema pelantikan yang diusung, yakni "Mendukung Pembangunan Umat Berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan". Tema tersebut dinilai relevan karena pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia.
“Dari sisi konteks pembangunan manusia, tentu saja kalau jajaran kepengurusan MUI bertekad untuk membantu Kabupaten Pekalongan dalam membangun umat manusia, tentu ini akan meringankan tugas dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tegas Sukirman.
Sejalan dengan komitmen pembangunan umat, Sukirman menjelaskan, capaian pembangunan manusia di Kabupaten Pekalongan saat ini tergolong baik, bahkan berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Tengah. Hal itu ditunjukkan melalui penurunan angka pengangguran terbuka, meningkatnya angka partisipasi pendidikan, serta menurunnya jumlah anak tidak sekolah. Selain itu, pertumbuhan ekonomi daerah dinilai cukup baik berkat kreativitas masyarakat yang mendorong kemandirian ekonomi. Keberhasilan lain juga terlihat dari penurunan angka stunting, yang pada tahun 2025 menempatkan Kabupaten Pekalongan sebagai peringkat pertama di Provinsi Jawa Tengah.
Meski demikian, Sukirman mengakui masih terdapat tantangan dalam pembangunan fisik, khususnya kondisi infrastruktur jalan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Untuk itu, pemerintah daerah mengambil langkah strategis dengan mengalihkan anggaran pembangunan gedung DPRD senilai sekitar Rp. 19 miliar untuk perbaikan jalan dan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan.
“Kami bersama DPRD sepakat untuk memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Anggaran pembangunan gedung DPRD dialihkan untuk memperbaiki jalan-jalan agar manfaatnya lebih dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sukirman menekankan bahwa pembangunan umat berkelanjutan juga harus didukung melalui pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, karakter generasi saat ini belum sekuat generasi terdahulu.
“Faktanya, generasi yang tumbuh saat ini masih memerlukan bimbingan dan perhatian yang serius. Salah satu contohnya terlihat dari perilaku sebagian anak muda di media sosial yang belum mengedepankan etika dan karakter yang baik. Ini menjadi keprihatinan kita bersama dan harus dihadapi dengan kesabaran serta keikhlasan untuk terus membina karakter generasi muda,” katanya.
Baca Juga : Pemkab dan Polres Pekalongan Gelar Latihan Simulasi Sispamkota Jelang May Day
Sementara itu, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Tengah, K.H. Drs. Muhyiddin, M.Ag., mengingatkan pentingnya menjaga posisi MUI sebagai lembaga keulamaan yang berperan dalam konteks keindonesiaan. Menurutnya, ulama Indonesia harus mampu menyuarakan nilai-nilai keislaman yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
Ia juga mengutip konsep bahwa tegaknya kehidupan masyarakat ditopang oleh empat unsur, yakni ilmu ulama, keadilan pemimpin, kedermawanan orang kaya, serta doa dan ketulusan kaum lemah. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa MUI memiliki dua peran utama, yakni sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan sodiqul hukumah (mitra strategis pemerintah yang kritis dan konstruktif).
Selain itu, menurutnya MUI juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga dan memperkuat agama serta melindungi umat dari berbagai pemikiran menyimpang dan akidah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
“Di era keterbukaan saat ini, banyak muncul pemikiran yang berpotensi menyimpang dari ajaran agama. Di sinilah peran ulama, khususnya MUI, menjadi sangat penting untuk menjaga umat,” ujarnya.
Ketua MUI Kabupaten Pekalongan terpilih KH. Tajuddin Shorih menyampaikan bahwa pembangunan berkelanjutan mencakup aspek spiritual, moral, serta sosial-ekonomi umat. Ia menekankan pentingnya peran MUI dalam mendorong kesadaran umat terhadap pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara produktif, serta menjaga lingkungan.
“Kita ingin menciptakan generasi muda yang berakhlakul karimah, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk membuktikan bahwa MUI hadir sebagai lembaga yang mencerdaskan dan menyejukkan umat. Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya atas dedikasi yang telah diberikan.
“Saya ucapkan selamat berkhidmah dan berjuang. Mari kita membangun bersama, kita buktikan bahwa MUI hadir untuk mencerdaskan dan menyejukkan umat. Kepada pengurus lama, terima kasih atas pengabdiannya. Semoga amal baiknya dicatat sebagai ibadah oleh Allah SWT. Juga tidak ketinggalan, terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang selalu mendampingi MUI,” pungkasnya. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
Baca Juga : Plt. Bupati Pekalongan Buka TMMD Sengkuyung II di Desa Sawangan Doro
