
Keterangan Gambar : Plt Bupati Pekalongan Memberikan Amanat Kepada Pelajar Peserta Lomba PBB
Buka Lomba Kreasi Baris-Berbaris, Plt. Bupati Sukirman Ajak Pelajar Bangun Karakter dan Solidaritas
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, SS., MS, resmi membuka Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Pekalongan, yang digelar di Halaman Pendopo Bupati Pekalongan, pada Selasa (13/10/2026).
Baca Juga : Hadiri Kampung Nasi Goreng Bershalawat, Plt. Bupati Sukirman Serap Aspirasi Perbaikan Jalan
Dalam sambutannya, Plt. Bupati menyampaikan bahwa Lomba LKBB merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata. Menurutnya, LKBB bukan sekadar ajang untuk menampilkan variasi gerakan baris-berbaris, melainkan juga sarana pembentukan karakter generasi muda. Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan mampu membangun mental yang kuat, meningkatkan kedisiplinan, menjaga kesehatan, serta belajar bekerja sama dan menjaga kekompakan dalam tim.
“Jadi, baris-berbaris ini jangan dipandang sepele. Senior-senior kita, anggota TNI, Polri, itu modal awalnya memasuki pendidikan TNI, Polri melalui baris-berbaris. Kemudian, para kepala dinas OPD ini di berbagai bidangnya, pertama kali masuk menjadi ASN, itu juga modalnya baris-berbaris. Saya sebagai kepala daerah, aktivis politik, juga modal awalnya baris-berbaris,” ujar Sukirman.
“Baris-berbaris ini bukan hanya sekadar kemudian kita berbaris lalu kemudian mengkreasikan gerak dan seterusnya, tetapi lebih dari itu, melatih kedisiplinan, melatih ketertiban, melatih kekompakan, dan yang tidak kalah penting adalah melatih kerja sama tim. Karena ini bekal yang sangat bermanfaat sekali untuk kemudian adik-adik menempuh masa depan,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, nilai-nilai yang diperoleh melalui baris-berbaris dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, dunia kerja, hingga lingkungan keluarga dan masyarakat. Menurutnya, setiap orang membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
“Saya juga tidak bisa bekerja sendirian, harus didukung oleh seluruh kepala dinas, didukung oleh seluruh unsur yang ada, didukung oleh seluruh rakyat, tidak bisa bekerja sendirian. Adik-adik sekalian, di dalam keluarga punya adik, punya kakak, juga tidak bisa kemudian hidup sendiri. Di situlah maknanya juga yang lebih luas, kenapa kita menggelar lomba kreasi baris-berbaris,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sukirman mengingatkan para peserta agar tidak berkecil hati apabila belum berhasil meraih juara. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan dalam perlombaan merupakan kesempatan untuk berlatih, mengukur kemampuan diri, dan meningkatkan semangat untuk terus berkembang.
“Adik-adik sekalian hari ini adalah tim yang terpilih, siswa-siswa yang terpilih dari masing-masing sekolah. Insyaallah kalau kemudian ini nanti ada yang juara, ada yang mungkin belum mencapai hasil yang terbaik, tidak perlu ragu-ragu, tetaplah menatap masa depan karena ini sebagai sarana ajang berlatih, sarana ajang kemudian kita menunjukkan kemampuan diri dan kemudian memompa diri kita untuk disiplin dan seterusnya,” tuturnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk menumbuhkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama anggota tim. Menurutnya, setiap peserta perlu saling mendukung, terutama ketika ada rekan yang mengalami kendala selama mengikuti perlombaan.
“Justru itulah adik-adik sekalian tunjukan bahwa kita juga melakukan solidaritas bersama. Kalau ada ada apa, teman, rekan-rekan sekalian yang kemudian secara fisik mengalami kendala, akhirnya kemudian kita bisa bersolidaritas bersama-sama,” pesannya.
Selain pembentukan karakter melalui kegiatan LKBB, Sukirman turut mengingatkan pentingnya peran bersama dalam mencegah berbagai persoalan di kalangan remaja, seperti kenakalan remaja, tindak kekerasan, perundungan (bullying), dan pergaulan bebas yang tidak terkontrol. Ia berharap para pelajar dapat membangun lingkungan pertemanan yang positif serta saling mengingatkan dalam menjaga perilaku dan pergaulan.
“Saya berharap tiga ini bisa kita tanggulangi bersama-sama. Saya yakin dengan adik-adik kemudian mengikuti baris-berbaris seperti ini, pasti punya teman, pasti punya sahabat yang biasanya untuk bisa bertukar pikir, untuk curhat dan seterusnya, saling berbagi dan seterusnya. Sehingga hal-hal yang perlu kita hindari tadi, soal pergaulan bebas, kemudian soal bullying, kekerasan, dan seterusnya, ini harus kita tanggulangi bersama-sama,” tegasnya.
Sukirman menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya mendukung pendidikan dan pembinaan generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menjaga diri dan lingkungannya. Ia mengajak para pelajar, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan generasi muda.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Farid Khakim menyampaikan LKBB Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 mengusung tema “Harmoni Pemuda dalam Kreasi Formasi”. Rencananya kegiatan akan dilaksanakan selama 2 hari yakni 13–14 Oktober 2026 di halaman depan Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan.
LKBB Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 diikuti oleh 26 sekolah tingkat SMP/MTs dan 25 sekolah tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Pekalongan. Selain memperebutkan trofi kejuaraan, para pemenang juga memperoleh uang pembinaan. Pemenang akan terdiri atas sejumlah kategori yakni Juara I, Juara II, Juara III, Favorit I, Favorit II, Best Komandan Tim, Best Variasi, Best Supporter. *Tim Prokompim Setda Kab Pekalongan
